Jalan Poros Tak Kunjung Diaspal, Wasior Jadi Kota Debu

  • Whatsapp

WASIOR – Warga kota Wasior dan sekitarnya di Kabupaten Teluk Wondama selama beberapa minggu terakhir ini terganggu debu akibat proyek peningkatan jalan poros Wasior-Rasiei yang tak kunjung tuntas.

Para pengguna jalan kehilangan rasa nyaman lantaran harus menahan napas agar tidak menghirup debu tebal yang beterbangan. Lebih-lebih mereka yang tinggal di kiri kanan jalan. Nyaris sebulan sudah mereka berkawan dengan debu dari hamparan material jalan.

Warga sekitarpun dibuat kesal karena tak lagi merasakan udara yang sehat. Puncaknya, Senin, warga kampung Ramiki, Distrik Wasior melakukan pemalangan jalan. Mereka memblokade jalan poros Wasior-Rasiei dengan batang pohon sebagai aksi protes.

Akibatnya, kendaraan dari dua arah sempat tidak bisa melintas selama lebih kurang 2 jam. Rombongan Bupati Bernadus Imburi bersama sejumlah pimpinan OPD yang akan menuju kantorpun ikut tertahan.
Abraham Worisio, tokoh pemuda kampung Ramiki menyatakan, pihaknya sengaja memalang jalan untuk menuntut perhatian pemerintah karena sudah sekian lama hidup dengan debu.

“Gara-gara jalan ini tidak juga diaspal masyarakat di sini terutama banyak anak-anak kami di sini kena batuk dan pilek karena dorang hirup debu setiap hari dari kendaraan yang lalu lalang di sini, “ kata Abraham.

“Kami masyarakat kecil ini hanya makan abu saja selama ini. Jadi tolong supaya ada perhatian dari bapak pemerintah dan DPRD, “ sambung salah seorang ibu rumah tangga saat ditemui bupati.

Kepada warga setempat, bupati Imburi menjelaskan bahwa proyek peningkatan jalan yang menjadi sumber debu merupakan kegiatan Pemprov Papua Barat dan bukan dari Pemkab Teluk Wondama. Bupati berjanji akan menyampaikan hal itu kepada Gubernur Papua Barat yang dijadwalkan akan berkunjung ke Wondama pada Selasa besok.

“Jalan ini memang mau diaspal tapi yang kerja ini yang lambat. Pekerja itu bukn kontraktor yang ada di Wondama tetapi dari Manokwari, dari Provinsi jadi saya minta bapak ibu bersabar nanti saya akan sampaikan ke Bapak Gubernur supaya jalan ini cepat diaspal, “ kata Imburi.

Untuk mengatasi debu yang sangat mengganggu kenyamanan warga, Pemkab Wondama akan melakukan penyiraman menggunakan mobil tangki air untuk meminimalisir debu. Wargapun akhirnya membuka blokade jalan sehingga lalu lintas kembali normal.

Entah apa penyebabnya kegiatan peningkatan jalan poros Wasior-Rasiei yang kabarnya merupakan bagian proyek jalan Trans Papua Barat ruas Manokwari-Wasior itu berjalan sangat lambat. Sampai minggu ketiga Januari ini badan jalan belum juga diaspal. Padahal, kabarnya pula, proyek tersebut menggunakan anggaran tahun 2019.

Sesuai pantauan, selain menghasilkan debu yang sangat mengganggu kenyamanan pengguna jalan, tumpukan material yang ditaruh di pinggir kiri dan kanan jalan membuat ruas jalan menjadi sempit sehingga berpotensi menimbulkan kecelakaan.
Tidak hanya itu, akibat pengaspalan yang tak kunjung dilakukan, pada beberapa titik, timbul genangan air yang akhirnya menggerus lapisan aspal lama sehingga menimbulkan lubang-lubang yang juga sangat rawan menimbulkan kecelakaan. (Nday)

Pos terkait