HUT Teluk Wondama ke-19, Bupati dan Wabup Borong Jualan Mama-Mama Papua di Pasar Sentral Iriati

WASIOR – Momen unik tersaji pada perayaan Hari Jadi Kabupaten Teluk Wondama ke-19, Selasa 12 April 2022.

Usai menggelar upacara bendera dan melakukan ziarah makam ke pusara sejumlah tokoh pejuang pemekaran Teluk Wondama, Bupati Hendrik Mambor bersama Wakil Bupati Andarias Kayukatuy serta pejabat Forkopimda dan pimpinan SKPD berkunjung ke Pasar Sentral Iriati di Wasior.

Kunjungan itu dilakukan atas undangan mama-mama Papua yang sehari-hari berjualan di Pasar Iriati.

Rupanya mama-mama Papua telah menyediakan hidangan khusus untuk makan bersama sebagai wujud syukur atas hari ulang tahun Kabupaten Teluk Wondama yang sekaligus ulang tahun ke-5 Pasar Sentral Iriati.

Bupati bersama rombongan dijamu dengan menu lokal Wandamen, sebutan untuk warga asli Wondama. Seperti papeda, pisang rebus, kabubui atau sayur rebung, sayur gedi yang dikukus dalam bambu hingga keladi tumbuk yang dipadankan dengan ikan asar atau ikan asap.

Mambor mengataka acara makan bersama yang dibuat Mama-mama Papua di Pasar Iriati pada momentum hari jadi Kabupaten Teluk Wondama merupakan bentuk penghargaan yang luar bagi pemerintah daerah.

Baca Juga :   Seleksi Guru P3K di Wondama Hanya Diikuti 83 Orang dari 285 Kuota, Ini Penyebabnya

“Tetapi ini juga tanda ucap syukur dan tanda kasih persaudaraan untuk kita semua yang ada di Kabupaten Teluk Wondama tanpa melihat latar belakang suku, ras dan agama.

Oleh karena itu saya bersama wakil bupati, ketua dewan, jajaran forkopimda menyampaikan terima kasih yang tulus dan tak terhingga atas apa yang dibuat ini,” sebut kepala daerah.

Sebagai balasan, bupati memerintahkan agar jualan yang disiapkan mama-mama Papua dibeli seluruhnya alias diborong.

Mama-mama Papua memang telah menyiapkan bahan jualan berupa sayur-sayuran, pinang, sagu serta aneka hasil bumi lainnya secara rapi di atas meja jualan.

“Hari ini karena kita sudah dijamu makan siang, bupati dan wakil bupati bersama semua kepala OPD yang hadir, kita habiskan semua barang-barang (jualan) mama-mama di atas meja ini. Silahkan dicatat berapa nilai di setiap meja, bapak-ibu OPD tanggung jawab. Sisanya saya bersama bapak wakil bupati yang selesaikan,” kata bupati.

Usai makan bersama, Bupati dan Wakil Bupati lantas berkeliling dari meja ke meja untuk berbelanja jualan Mama-mama Papua.

Ketua DPRD Herman Sawasemariai bersama Kapolres AKBP Yohanes Agustiandaru juga tampak ikut berbelanja.

Baca Juga :   155 Tahun Injil Masuk Wondama, Momentum Memperkuat Ketaatan akan Panggilan Tuhan

Senang dapat Berkat
Kehadiran Bupati bersama rombongan pejabat di Pasar Sentral Iriati disambut antusias Mama-mama Papua.

Selain karena momen seperti itu jarang terjadi, kedatangan Bupati dan Wakil Bupati, Ketua DPRD, Kapolres dan pejabat SKPD lainnya juga membawa berkat tersendiri bagi mereka.

Semua jualan mereka langsung ludes terbeli hanya dalam waktu singkat. Diperkirakan jumlah uang yang diterima para pedagang secara keseluruhan bisa mencapai puluhan juta rupiah.

“Mama mau minta terima kasih banyak-banyak buat bapak bupati, hari ini juga (kami) dapat berkat untuk mama-mama di pasar, “ungkap Mama Anance Auri, salah satu penjual asli Papua.

“Mama kitong semua senang, “lanjut Mama Anance yang mengaku mendapatkan uang 350 ribu dari hasil jualan yang diborong para pejabat.

Wanita paruh baya yang berasal dari Distrik Wondiboi ini menyatakan mendukung rencana bupati untuk menata Pasar Iriati menjadi lebih modern.

Anance berharap ke depan Pasar Iriati tidak lagi sepi namun semakin ramai dikunjungi pembeli sehingga mereka bisa memperoleh pendapatan untuk menopang ekonomi keluarga.

Baca Juga :   Kabar Baik ! Semua Pasien Telah Sembuh, Wondama Kembali Nihil Corona

“Kami mau pasar ini dia bagus supaya ke depan kitong jualan terus, “ucap Mama Anance.

Hal serupa juga disampaikan Mama Doli Waromi. Ibu rumah tangga  asal Kampung Syabes Distrik Roon itu berharap bupati maupun para pejabat lebih sering turun ke pasar untuk berbelanja sekaligus melihat langsung kondisi para pedagang dan penjual yang menggantungkan hidup dari pasar itu sendiri.

“Harapan kami ke depan, jangan hari ini saja tetapi kalau boleh bapak bupati juga melihat kami di distrik Roon, “ucap Mama Doli.

Sebagai informasi, meski berstatus sebagai pasar kabupaten, Pasar Sentral Iriati kini situasinya sudah tidak seperti pada saat awal beroperasi. Para pedagang sering mengeluhkan kondisi pasar yang sepi pembeli sehingga jualan mereka menjadi tidak laku.

Para pedagangpun menuntut Pemda melakukan perbaikan fasilitas pasar terutama jalan masuk dan keluar pasar yang buruk. Juga melakukan penertiban pedagang musiman yang belakangan ini banyak berjualan di pinggiran jalan utama kota Wasior. (Nday)

Pos terkait