HUT PI ke-171, Sinode GKI Serukan Pertobatan Ekologis, Tolak Eksploitasi Alam Papua

WASIOR, Kabartimur.com – Sinode Gereja Kristen Injili (GKI) di Tanah Papua menyerukan perlunya pertobatan ekologis untuk melindungi Tanah Papua dari praktik-pratik eksploitasi sumber daya alam yang mengancam keberlangsungan hidup orang Papua saat ini maupun generasi mendatang.

Pertobatan ekologis itu harus diwujudkan melalui tindakan nyata dengan tidak lagi melakukan praktik jual beli tanah dan memperjualbelikan kekayaan alam yang hanya menguntungkan pemilik modal dan pihak-pihak tertentu.

Penegasan ini menjadi bagian dari seruan moral Sinode GKI pada perayaan Hari Ulang Tahun ke-171 Pekabaran Injil (HUT PI) di Tanah Papua, Kamis, 5 Februari 2026. Tema HUT PI tahun ini adalah ‘Pertobatan Mendatangkan Keselamatan.’

Di Kabupaten Teluk Wondama, perayaan HUT PI ke-171 tahun dilaksanakan dalam ibadah syukur yang dipusatkan di Lapangan Aitumeiri di Miei, Wasior.

Ketua Sinode GKI di Tanah Papua Pendeta Andrikus Mofu melalui sambutan tertulis menegaskan, gereja harus berdiri bersama masyarakat adat Papua yang saat ini sedang berjuang mempertahankan tanah adatnya dari upaya pengusaan oleh penguasa maupun pemilik modal.

Baca Juga :   Daftar Lengkap Hasil Pileg DPRD Teluk Wondama: 12 Partai Hampir Pasti Dapat Kursi, Gerindra Terbanyak

“Gereja harus berani menyatakan tidak, sekaligus melawan segala bentuk eksploitasi alam di seluruh Tanah Papua dengan menolak segala bentuk pengrusakan tanah adat dan alam Papua, “pesan Pendeta Mofu sebagaimana dibacakan Anggota BP Sinode GKI Wilayah XII Pendeta Rosalie Wamafma.

GKI sebagai lembaga gereja tertua di Tanah Papua menyatakan saat ini Bumi Cenderawasih sedang tidak baik-baik saja. Banyak orang Papua merasakan luka akibat kekerasan juga akibat konflik berkepanjangan yang terjadi di banyak tempat.

Ada pula tangisan para pengungsi yang terpaksa meninggalkan rumah dan kampung halamannya, anak-anak yang dihantui kecemasan karena kehilangan rasa aman serta jeritan bumi Papua yang terus dieksploitasi.

Karena itu, orang Papua secara khusus umat GKI diajak untuk menjadikan perayaan HUT PI ke-171 tahun sebagai momentum untuk melakukan pertobatan dalam berbagai aspek baik spiritual, sosial, budaya, politis juga ekologis demi memperoleh keselamatan.

Baca Juga :   Sampah Plastik Ancaman Nyata Kelestarian Taman Nasional Teluk Cenderawasih

“Pertobatan bukan hanya soal relasi pribadi dengan Tuhan tetapi juga keberanian mengubah cara hidup, cara berpikir kita dan cara kita memperlakukan sesama dan alam ciptaan Tuhan, “kata Pendeta Mofu.

Pertobatan dimulai dari Pemimpin

Di Wasior, Pendeta Sherly Parinussa pada ibadah syukur HUT PI di Tanah Papua ke-171 tahun menekankan, pertobatan harus dimulai dari para pemimpin.

Dia mendorong para pemimpin di Tanah Papua baik di bidang pemerintahan, adat maupun lembaga agama agar tampil memberi contoh bagi masyarakat maupun umat.

“Pertobatan harus dimulai dari pemimpin, pejabat supaya bisa berdampak kepada masyarakat, jemaat atau umat yang dipimpinnya. Karena itu saya rindu, para pejabat di Teluk Wondama ini mau bertobat dari segala sesuatu yang selama ini tidak menyenangkan di mata Tuhan maupun masyarakat, “kata Pendeta Sherly.

Baca Juga :   Safari Ramadhan, Bupati Harap Umat Islam di Manokwari Pererat Silaturahim

Lebih lanjut dia menekankan, pertobatan sejati bisa terwujud jikalau dilandasi dengan beberapa sikap hidup yang harus terus dipraktikan secara konsisten. Yaitu kerendahan hati, kesadaran untuk mau berubah, ketaatan juga kelemahlembutan.

“Karena itu saya rindu Wondama ini memiliki para pemimpin yang takut akan Tuhan yang selalu dipimpin oleh kuasa Kristus, sehingga berkat Tuhan terus mengalir untuk Tanah Peradaban yang indah ini, “ucap Pendeta Sherly.

Ibadah syukur HUT PI di Tanah Papua ke-171 tahun di kota Wasior dihadiri ribuan umat Kristen dari berbagai denominasi gereja.

Turut hadir Wakil Bupati Teluk Wondama Anthonius Alex Marani, Wakil Ketua II DPRK Teluk Wondama Soleman Karubuy serta Ketua Dewan Adat Papua Wondama Adrian Worengga.

Hadir pula para mantan bupati dan wakil bupati Teluk Wondama yakni Bernadus Imburi, Hendrik Mambor, Yohanes Paulus Indubri dan Andarias Kayukatuy. (Nday)

 

 

Pos terkait