HUT Paroki Sitti Maryam Saluampak Ke- 46 dan Pemberkatan Taman Gua Maria Kabar Sukacita, Berlangsung Penuh Damai

LUWU RAYA, Kabartimur.com – Pastor Paroki Sitti Maryam Saluampak Kevikepan Luwu Keuskupan Agung Makassar (KAM), Romo Yosef Doni Srisadono, M.SC memimpin misa Hari Ulang Tahun (HUT) Paroki ke 46 yang dirangkaikan sekaligus pemberkatan taman Gua Maria Kabar Sukacita di sudut Aula Gereja Paroki tempat umat untuk berdoa khusus kepada Bunda Maria dan juga dirangkaikan Ulang Tahun Pastor Paroki ke 54, Sabtu (25/3/2023).

Hari Ulang Tahun Paroki Sitti Maryam Saluampak ke 46 dan pemberkatan taman Gua Maria Menerima Kabar Sukacita. Gereja Katolik menghormati Bunda Maria yang begitu besar perannya dalam mewujudkan karya Allah dalam membebaskan umat manusia dari segala dosa.

Romo Doni dalam kotbahnya, mengatakan, Iman Maria kepada Allah itu luar biasa, dan saya meyakini tidak ada diantara kita yang menyamainya. Ia menjadi dasar pilihan Allah untuk menjadikannya sebagai tempat atau pribadi yang berahmat dalam kelahiran Yesus Kristus. Itulah yang membuat Maria berkenan di hadapan Allah. Jawaban Maria terhadap panggilan dan penetapan Allah kepadanya memungkinkan Allah menjadi Emanuel Beserta Kita.

Baca Juga :   Kabupaten Manokwari Raih Peringkat Ke 39 Kategori Pelayanan Publik di Indonesia

Bagi Maria, semua peristiwa yang dia alami masih merupakan menjadi sebuah tanda tanya. Walau demikian, ia menjawab dengan kesungguhan. “Jadilah padaku menurut perkataanmu itu”. Sebuah sikap bathin yang sangat aktif dan menjadi revolusi besar dari Allah bagi manusia.

Allah di dalam peristiwa Yesus yang dikenangkan saat Natal sungguh hadir untuk kerja penyelamatan. Sebuah kerja penyelamatan yang melibatkan manusia, dan Maria adalah lambang partisipasi manusia.

“Kita bersyukur mempunyai Maria, kita bersyukur mempunyai ibu yang dekat dengan kita dan tentunya bisa juga menjadi pengantara doa-doa kita yang luar biasa,” sebut Romo Doni.

Melalui perisitiwa itu kita melihat Allah bergerak masuk dalam dunia ciptaanNya, Allah aktif. Allah masuk untuk berjumpa dengan manusia yang berada di dalam kegelapan. Allah masuk di dalam situasi hidup manusia. Ia memilih jalan penderitaan bagi putraNya, supaya manusia yang berdosa mengalami keselamatan. Dan, Maria telah mengalaminya saat melahirkan Yesus.

Baca Juga :   Dominggus Mandacan Pimpin DPD Laskar Ganjar Puan Papua Barat

Sebagai orang katolik, kita bangga punya seorang ibu, Bunda Maria, jangan takut memiliki Maria. Perjalanan Maria penuh dengan penderitaan yang membuat dunia ini menjadi damai, penuh dengan suka cita.

Kerja sama adalah prinsip dan asas dari manusia sebagai makluk sosial. Kebersamaan ini yang ada dalam paroki ini yang merayakan ulang tahun ke-46. Kita diajak membangun kerja sama persekutuan yang berimbang, karena kita saling membutuhkan, suami membutuhkan istri begitupun sebaliknya, gereja membutuhkan pemerintah, pemerintah membutuhkan agama-agama, saling membutuhkan.

Sekadar diketahui, hadir dalam Misa HUT Paroki ke 46 dan pemberkatan Gua Maria Menerima Kabar Sukacita dan HUT Pastor Doni ke 54, Pastor Boni, Frater, Suster dan para pengurus Depas Paroki, Stasi, Kelompok Kategorial dan THS THM dan Petugas Liturgi serta umat Paroki.

Baca Juga :   Safari Ramadan 1445 ke Wondama, ABT Ajak Umat Muslim Bantu Tekan Kemiskinan Ekstrem dan Stunting

Pastor Paroki yang akrab disapa Romo Doni menyampaikan terima
kasih kepada donatur bapak Dermawan dan seluruh umat yang telah bersedia membagikan berkatnya melalui donasi pribadi, keluarga maupun KUB sehingga pembangunan Gua Maria Menerima Kabarsukacita rampung dan diberkati

“Kiranya seluruh pemberian diri kita membawa berkat yang setimpal untuk keluarga kita. Mari tetap setia mencintai Gereja kita, tetap dengan penuh cinta membangun Gereja kita, tetap berjalan bersama dalam suasana penuh persaudaraan dengan semangat yang baru,” sebutnya.

Usai Misa dan Pemberkatan Gua Maria dilanjutkan dengan acara ramah tama ulang tahun Pastor Doni ke 54. (Red/Yustus)

Pos terkait