Gubernur PB: Gereja Adalah Mitra Pemerintah

  • Whatsapp

JAYAPURA- Gereja adalah mitra pemerintah, dan sebagai mitra maka pemerintah membutuhkan gereja dan sebaliknya.

Hal tersebut disampaikan gubernur Papua Barat, Drs Dominggus Mandacan dalam sambutannya pada Pembukaan persidangan  umum ke-11 Gereja Persekutuam Kristen Alkitab Indonesia (GPKAI) Tahun 2019 di Aula Uncen Jayapura Papua, Senin (16/9/2019).

Dikatakan Dominggus, dalam hubungan kemitraan ada dua tugas pokok sebagai mandat dari gereja dan pemerintah.

“Mandat gereja adalah pembaharuan di bidang mental spiritual bagi keselamatan umat manusia sedangkan pembangunan adalah tanggung jawab pemerintah untuk mengusahakan kesejahteraan umat manusia,” kata Dominggus.

Itulah sebabnya gereja dan pemerintah merupakan mitra kerja yang dipakai Tuhan bagi keselamatan umat manusia.

Ditambahkan Dominggus, Gereja adalah perintis terkemuka di Tanah Papua yang dimulai pada tanggal 5 februari 1855 oleh doa sulung dari Ottow dan Geissler yaitu “dengan nama Tuhan kami menginjak tanah ini”.

“Doa sulung  ini adalah awal dari pembukaan tabir kegelapan di tanah Papua  dam sejak saat itu Injil mulai menggemah di pesisir gunung lembah kepulauan dan diseluruh tanah papua. 100 tahun datanglah  kemudian missionaris lainnya antara lain Erikson- Tritt yang telah mati Syahir pada tanggal 28 /9/1952, di Jeplaa Burung Papua  yaitu kampung Mupas daerah Aifat sekarang ini. Kematian mereka tidak sia-sia dan selaku Gubernur Papua Barat turut bangga  karena Sinode  atau majelis umum GPKAI berkedudukan di Manokwari Provinsi Papua Barat,” ujarnya

Lanjut Dominggus, Persidangan umum ke 11 adalah momentum yang sangat strategis untuk dilaksnakannya pemilihan dan pelantikan ketua majelis umum GPKAI 2019-2023, pembahasan AD dan ART, penguatan kapasitas organisasi GPKAI, Pemberdayaan para pemimpin GPKAI, Pengembangan potensi gereja dan perlyadan kerajaan Allah melalui proga -program strategi.

“Oleh karena itu manfaatkanlah kesempatan ini sebaik-baiknya untuk merealisasikan visi misi tujuan dan strategi bagi kemajuan pelatanan GPKAI di tanah Papua,” harap Dominggus.

Dominggus berpesan Kepada seluruh peserta untuk dapat mensukseskan persidangan umum ke 11 GPKAI dengan doa bekerja sama menjaga keamanan dan kenyamanan, jangan terprovokasi dengan situasi dan kondisi yang ada tetapi hendaklah fokus dalam acara persidangan umum. (lis)

Pos terkait