Gelar Simulasi Pengamanan TPS, Polres Teluk Wondama Nyatakan Siap Amankan Pemilu Serentak

  • Whatsapp

WASIOR – Kepolisian Resor Teluk Wondama, Papua Barat menggelar simulasi pengamanan TPS untuk Pemilu 2019 di lapangan upacara perkantoran Pemda di Isei, Jumat. Simulasi melibatkan semua unsur pelaksana pemilu di TPS termasuk para saksi dan petugas Linmas.

Kegiatan tersebut diawali apel gabungan pengamanan Pemilu 2019 dipimpin Kapolres AKBP Murwoto. Ikut hadir Wakil Bupati Teluk Wondama Paulus Indubri, Ketua KPUD Monika Elsy Sanoi serta Danramil Wasior Mayor Inf Andri Risnawan. Juga para kepala kampung, tokoh masyarakat, perwakilan partai politik dan pejabat OPD.

Dalam kesempatan itu, disimulasikan rangkaian kegiatan mulai dari prapencoblosan, persiapan pencoblosan, hingga pencoblosan dan perhitungan suara di TPS oleh petugas KPPS hingga mengantar surat suara yang telah dihitung ke Panitia Pemilihan Distrik.

Secara berurutan dipraktekkan bagaimana pengawalan logistik dari tempat penyimpanan ke TPS, cara petugas Pam TPS menerima para pemilih yang akan memberikan suara di TPS juga tata cara pemeriksaan indentitas pemilih oleh KPPS sampai dengan cara pemberian suara.

Juga diperlihatkan bagaimana pemilih disabilitas yang didampingi anggota keluarganya datang ke TPS untuk mencoblos. Ada pula pemilih yang namanya terdaftar dalam DPT namun tidak memiliki KTP-el, pemilih yang membawa bayi, pemilih yang mengidap penyakit stroke sampai pemilih tambahan yang membawa A-5.

Saat perhitungan suara disimulasikan adanya protes keras oleh saksi salah pasangan calon yang berujung terjadinya perdebatan sengit dengan petugas KPPS.
Di bagian akhir, diperlihatkan adegan di mana ada sekelompok massa yang tidak puas dengan hasil perhitungan suara di TPS melakukan penghadangan kendaraan yang membawa surat suara dari TPS ke PPD.

Massa yang emosi memblokir jalan kemudian mencegat iring-iringan kendaraaan yang membawa surat suara ke PPD. Mereka berupaya merebut paksa kotak suara yang dibawa petugas KPPS dengan pengawalan aparat. Massa melakukan perlawanan sehingga kericuhanpun tidak terhindarkan.

Polisi bertindak tegas. Massa yang melakukan penghadangan ditangkap dan diamankan. Berkat kesigapan polisi semua logistik pemilu berhasil dibawa ke PPD dalam keadaan aman tanpa ada kerusakan.

Kapolres AKBP Murwoto mengatakan simulasi tersebut diperlukan agar para anggotanya termasuk petugas penyelenggara di TPS bisa memahami dengan baik apa yang menjadi tugas mereka pada 17 April nanti.

“Kami libatkan polisi dan unsur pelaksana pemilu biar mereka benar-benar tahu apa yang menjadi tugasnya, “ucap Murwoto.

Adapun untuk pengamanan pemilu, Polres Teluk Wondama menerjunkan 179 personil yang terdiri dari 138 personil pengamanan TPS dan 41 perwira pengendali.

“Personil kami libatkan 179 orang, 138 anggota dan perwira pengendali dan yang mengawal logistik surat suara baik ke TPS maupun saat kembali ke KPU, “ jelas Murwoto.

KPU Teluk Wondama menyatakan cukup puas dengan simulasi pengamanan TPS tersebut. Dari simulasi itu bisa terlihat para petugas pengamanan maupun penyelenggara di TPS sudah cukup memahami tugas-tugasnya. Termasuk pada kondisi di mana terjadi kekacauan akibat ulah massa yang tidak puas.

“Kami sampaikan apresiasi kepada Polri bahwa kesiapan pengamanan untuk kampanye terbuka maupun pada saat hari pemungutan suara nanti Polres Teluk Wondama sudah sangat siap, “ ungkap Komisioner KPU Teluk Wondama Berthy Leleulya. (Nday)

Pos terkait