Festival Pegang Payudara di Singapura Tuai Kecaman

  • Whatsapp

Festival Pegang Payudara yang akan digelar pada pertengahan bulan Ramadhan di Singapura menuai berbagai penolakan masyarakat. Festival yang rencananya akan diadakan pada 18-19 Juni 2016 ini tak hanya ditolak di Singapura, namun juga di negara lain yang mayoritas penduduknya beragama Islam.

Penolakan dari berbagai kalangan ini membuat panitia merasa kecewa. Panitia menyebut masyarakat menyalahartikan festival tersebut. Festival ini sebenarnya diadakan sebagai perayaan budaya tradisi kuno, bukan untuk mengumbar syahwat.

“Sejak berita tentang festival dimuat oleh media Singapura, kami mendapat serangan negatif dari anggota masyarakat. Itu mengecewakan kami, mengingat bahwa acara tersebut adalah murni perayaan budaya tradisi kuno,” komentar panitia. “Acara ini memiliki asal-usul di Tiongkok Provinsi Yunnan, dan mulai ratusan tahun yang lalu. Sebagai bagian dari upacara, laki-laki dan perempuan diajak untuk menyentuh payudara peserta perempuan, untuk menangkal roh-roh jahat di dunia hantu.”

Menyadari berbagai komentar negatif tersebut, panitia akhirnya memutuskan untuk membatalkan festival. Panitia pun berjanji akan mengembalikan uang peserta yang sudah terlanjur mendaftar.

“Sayangnya, ada juga beberapa komentar diposting di media sosial oleh orang-orang yang membeli tiket untuk acara tersebut, semata-mata untuk tujuan meremas payudara model untuk kesenangan mereka sendiri,” imbuh panitia. “Berdasarkan ini, kami telah membuat keputusan untuk membatalkan acara tersebut.”

Setelah panitia mengumumkan pembatalan tersebut, sejumlah peserta merasa marah dan kecewa. Tak hanya pada panitia, peserta juga menyalahkan masyarakat yang dianggap tidak tahu tentang asal usul tradisi pengusir roh jahat tersebut.

“Saya membeli tiket untuk hari kedua,” ujar seorang peserta. “Jadi aku cukup kesal mendengar itu dibatalkan.

Read more: http://www.wowkeren.com/berita/tampil/00112920.html#ixzz4AI6OgjWQ

Pos terkait