Duka Mendalam, Pemimpin yang Berjiwa Sosial Telah Berpulang

  • Whatsapp

MANOKWARI–Masyarakat Manokwari tengah berduka. Bagaimana tidak, Sang pemimpin yang dikenal berani, tegas dan berjiwa sosial, Bapak Demas Paulus Mandacan , S.SOS., M.EC. DEV telah berpulang ke pangkuan Tuhan Yang Maha Kuasa, Senin malam (20/4/20) di RSAL Manokwari.

Demas menghembuskan nafas terakhir di usianya yang ke-45 Tahun, meninggalkan seorang istri dan 3 orang anaknya yang masih beranjak remaja.

Masih segar di ingatan warga, beberapa hari sebelum berpulang, Demas bekerja keras mengawal evakuasi 2 warga yang dikarantina akibat positif corona, meski sempat beberapa kali mendapat penolakan dari warga sekitar lokasi karantina.

Dalam kebijakan anggaran menghadapi pandemi corona virus di manokwari, Demas menggelontorkan dana awal sekitar Rp 18 Miliar untuk belanja bantuan sosial kepada masyarakatnya.

“Jadi bantuan ini kita sudah minta Lurah serta RT/RW melakukan pendataan, sehingga nanti dibagikan kepada warga yang terkena dampak selain ASN dan TNI Polri yang meliliki gaji tetap dan mendapat jatah beras,” pesan Demas, Jumat pekan lalu.

Selain itu untuk melindungi rakyat Manokwari dari corona virus, Almarhum Demas Mandacan menyurati pihak Maskapai Penerbangan agar tidak menjual tiket kepada penumpang yang bukan warga Manokwari. Hal ini sebagai salah satu langkah bupati memutus mata rantai penyebaran virus corona di Manokwari.

“Jadi yang boleh masuk hanya orang ber KTP Manokwari, kecuali TNI dan Polri serta tenaga medis dari luar yang ditugaskan di Manokwari,” terang Demas.

Sebelumnya, Menindak lanjuti Surat Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Demas Mandacan juga diketahui telah menyurati perbankan agar memberikan kelonggaran terhadap para Debitur pelaku usaha kecil yang ada di Manokwari.

“Itu saya sudah bikin surat, menindak lanjuti instruksi presiden dan juga OJK, untuk perbankan memberikan keringanan pada mereka yang kredit sampai tahun yang akan datang, setelah covid-19 ini berakhir,” pesan Almarhum Bupati Demas Paulus Mandacan.

Banyak pekerjaan rumah yang belum diselesaikan, banyak rencana dan program kerja yang sementara dikerjakan Demas, di tengah keresahan warga Manokwari akibat Pandemo covid-19 ini. Namun Tuhan berkehendak lain, Demas akhirnya mengakhiri dedikasinya bagi warga Manokwari meski masih sangat dibutuhkan.

Siang hari sebelum berpulang, Demas juga masih terlihat segar bugar menghadiri pertemuan dengan Pemprov Papua Barat serta sejumlah kepala daerah se-Manokwari Raya, Tim Satgas Covid-19 Papua Barat dan Forkopimda di salah satu hotel di Manokwari.

Siapa sangka, jika malam harinya Demas menghembuskan nafas yang terakhir di RSAL, setelah sebelumnya diinfokan jatuh di kamar mandi akibat serangan jantung.

Kabar meninggalnya bupati Manokwari yang juga dianggap sebagian kalangan sebagai tokoh Pluralisme ini sontak mengagetkan warganya. Seakan tidak percaya, namun itulah kenyataan yang terjadi. Berbagai ungkapan dukacita langsung memenuhi beranda media sosial maupun grup WhatsApp sebagai tanda betapa warga merasa sangat kehilangan sosok yang dicintainya.

Selamat Jalan Bupati Manokwari, Sosok yang selalu terpatri dalam jiwa setiap warga Manokwari. Sulit mendapatkan pemimpin sepertimu lagi. Warga Manokwari sangat menyanyangimu…Namun Tuhan lebih menyanyangimu. Tenanglah di pangkuan Bapa di Sorga. Doa Masyarakat selalu menyertaimu. AMIN.
(Adlu Raharusun).

Pos terkait