Duh, miniatur perahu di Kota Bulukumba tak kunjung diperbaiki, mana kepedulian bupati?

  • Whatsapp

perahuMakassar– Miniatur Perahu Phinisi di Jalan Jenderal Sudirman, Bulukumba, patah tak kunjung di perbaki oleh pemda bulukumba.

“Sekian lama patahnya miniatur perahu phinsi yang berada di depan kantor Bupati Bulukumba kian lama tak seindah cerita,” .ujar ketua ,KKMB UIT (Kerukunan Keluarga Mahasiswa Bulukumba Universitas Indonesia Timur (KKMB UIT), Bahar Pratama, dalam rilisnya yang diterima indotimnews.com, Selasa (12/4).

Menurtnya, tempat ini banyak dikunjungi warga Bulukumba saat malam akhir pekan dan perayaan pergantian tahun baru. Harusnya Taman Bundaran Kota itu dijaga keindahannya apalagi Perahu fhinisi sebagai Ikon kabupaten yg harus dibuat seindah dan serapih mungkin.

“Sayangnya, keindahan itu sedikit terganggu dengan patahnya tugu perahu phinisi sejak beberapa tahun lalu. Perahu tersebut patah pada bagian buritan yang kini tak kunjung di perbaiki,” cetus Bahar.

Tugu perahu phinisi yang terletak di Taman Bundaran Kota tersebut, lanjut Bahar, adalah ikon kabupaten yang berjuluk butta “panrita lopi” yg di akui dunia yang kini telah di klaim oleh daerah lain. Bagaimana tidak jika pemerintah daerah saja kurang memperhatikan keindahan dan hak kepemilikannya.

“Jika taman bundaran kota tersebut ditata dengan baik, maka pastilah semua orang akan senang melihatnya, senang berada di sana, dan juga senang hati bercerita kepada orang lain dan kepada dunia, tentang keindahan Taman Bundaran perahu phinisi ikon Kota Bulukumba,” ungkapnya.

Lebih jauh dipaparkan, Setiap hari selalu ada orang yang berfoto di depan Ikon perahu phinisi tersebut tersebut, baik orang yang sedang melakukan perjalanan melewati kota Bulukumba, maupun masyarakat setempat. Beberapa kali mahasiswa Bulukumba berunjuk rasa di Kota makassar menentang bapak Danny pomanto atas pembuatan dan klaiman perahu phinisi yang dihadiahkan untuk perayaan ulang tahun Amerika Serikat di Makassar
Namun berujung pada pertanyaan hak kepemilikan simbol kabupaten tersebut tak memiliki hak paten.

“Olehnya itu kami selaku putra daerah,KKMB UIT, mengecam Bupati Bulukumba periode 2016-2021 agar segera mungkin perbaiki pembangunan ikon kota bulukumba perahu phinisi di “Butta Panrita Lopi” tersebut dan segera mungkin memperjelas hak kepemilikan simbol perahu phinisi agar di akui dunia secara legitimasi.Ujar Ketua KKMB UIT,” pungkas Bahar Pratama.

Editor:Malik

Pos terkait