Dua ODP Corona di Wondama Sudah Karantina Mandiri, RSUD Siagakan Ruang Isolasi

  • Whatsapp

WASIOR – Dua warga Kabupaten Teluk Wondama, Papua Barat dipastikan berstatus Orang Dalam Pemantauan (ODP) virus Corona atau COVID-19. Kedua orang yang masih memiliki hubungan keluarga itu diketahui baru saja pulang dari daerah yang telah terjangkit virus Corona.

Direktur RSUD Teluk Wondama yang juga Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan COVID-19 membenarkan adanya dua orang berstatus ODP.

Dia mengatakan, keduanya dengan kesadaran sendiri datang melapor ke RSUD setelah merasakan gejala awal berupa batuk. Saat ini kedua ODP tersebut sudah melakukan karantina/isolasi mandiri di rumah selama 14 hari terhitung sejak melapor.

Selama masa karantina, petugas medis dari RSUD secara rutin mendatangi rumah mereka untuk memantau perkembangan kondisi keduanya.

“Jadi yang ada di Wondama itu bukan pasien suspect, yang ada hanyalah orang dalam pengawasan (ODP) yang tujuannya adalah preventif, “ kata Yoce di Gedung Sasana Karya di Isei, Rabu.

Dia menjelaskan, sebelumnya ada tiga orang di kota Wasior yang sempat dinyatakan ODP. Ketiganya juga diketahui sempat berkunjung ke daerah yang sudah terpapar Corona kemudian setelah balik ke Wasior lantas merasakan batuk dan demam.

Namun status ODP bagi ketiga orang itu kemudian dinyatakan gugur setelah ada perubahan panduan COVID-19 yang dikeluarkan Kemenkes per 16 Maret 2020. Pasalnya dari pemeriksaan awal, selain batuk dan demam mereka juga memiliki gejala penyertaan lain sehingga sesuai panduan COVID-19 orang demikian tidak bisa dikategorikan ODP.

“Jadi saat ini ada dua orang ODP dan 3 tiga orang mantan ODP lah istilahnya. Yang perlakuannya sama, tiga orang itu kita pantau dan dua orang ini wajib dipantau dan dilaporkan, “ papar dokter ahli saraf ini.

Adapun sesuai panduan COVID-19 terbaru Kemenkes, orang berstatus ODP harus diperiksa spesimennya untuk memastikan ada tidaknya virus Corona. Namun demikian sejauh ini tahapan itu belum bisa dilakukan lantaran di Wondama belum tersedia alat untuk pengambilan spesimen.

“Belum bisa karena belum ada alat VTM. Di provinsi juga masih terbatas, “ ujar Yoce.

Namun demikan dia mengungkapkan, RSUD Teluk Wondama sebagai satu-satunya rumah sakit di Wondama telah melakukan persiapan untuk penanganan pasien COVID-19. Salah satunya adalah mempersiapkan ruang isolasi.

“ Kami sudah siapkan satu ruang khusus untuk ruang isolasi. Sebelumnya ruang isolasi kita cadangkan jadi kalau ada pasien bisa dipakai. Tapi saat ini dengan adanya ODP di Wondama, tidak kita cadangkan tapi kita kosongan ruang isolasi yang ada WC-nya meski kondisinya masih substandar, “ ujar Ketua IDI Wondama itu. (Nday)

Pos terkait