DPRD Sudah Ketuk Palu, APBD Wondama Tahun 2022 Setelah Perubahan Tembus 1 Triliun

WASIOR – Rancangan Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD-P) Kabupaten Teluk Wondama Tahun 2022 telah ditetapkan DPRD menjadi Peraturan Daerah.

Ketua DPRD Herman Sawasemariai mengetuk palu tanda persetujuan dan pengesahan RAPBD Perubahan tahun 2022 menjadi Peraturan Daerah dalam rapat paripurna, Sabtu, 1 Oktober 2022 di gedung DPRD di Isei.

Belanja Daerah tahun 2022 setelah perubahan disepakati  bertambah sebesar 81 miliar menjadi Rp1,026 triliun dari semula Rp945,580 miliar.

Sementara Pendapatan Daerah bertambah sebesar 69 miliar lebih menjadi Rp99,958 miliar dari semula Rp926,206 miliar.

Sehingga terdapat defisit sebesar Rp30,635 miliar atau bertambah 11 miliar dari semula Rp19,373 miliar.

Hal itu tertuang dalam Keputusan DPRD Kabupaten Teluk Wondama nomor 06/KPTS/DPRD-TW/IX/2022 tentang Persetujuan Penetapan Raperda tentang Perubahan APBD Kabupaten Teluk Wondama tahun 2022 menjadi Peraturan Daerah.

Baca Juga :   Penyaluran DD Tahap III Kampung Wasior II, Kader Posyandu Diminta Ikut Aktif Tangani Stunting

Sebelumnya dalam pendapat akhir fraksi, kelima fraksi DPRD Teluk Wondama menyatakan setuju dan menerima RAPBD Perubahan ditetapkan menjadi Perda.

“Gabungan fraksi DPRD Kabupaten Teluk Wondama dengan ini menyatakan setuju dan menerima Raperda Perubahan APBD Tahun Anggaran 2022 untuk ditetapkan menjadi Peraturan Daerah, “ucap Ketua Komisi C Remran Sinadia membacakan pendapat akhir gabungan fraksi.

Wakil Bupati Andarias Kayukatuy dalam pidatonya pada penutupan rapat paripurna menginstruksikan semua organisasi perangkat daerah (OPD) untuk segera menjalankan program dan kegiatan tahun anggaran 2022 agar serapan APBD bisa maksimal.

Diketahui hingga memasuki awal triwulan ke-4, serapan belanja pada sebagian besar OPD di Kabupaten Teluk Wondama masih di bawah 50 persen.

“Saya perintahkan agar seluruh OPD memanfaatkan sisa waktu yang ada dengan secepat mungkin melaksanakan proses pengadaan barang dan jasa sebagaimana prodesur yang berlaku,” kata Andi, panggilan karib Wakil Bupati.

Baca Juga :   Satgas Dana Desa Hadir, Transparansi Mulai Meningkat

“Dan setiap minggu dilakukan rapat evaluasi untuk mengetahui kemajuan pelaksanaan tiap-tiap kegiatan disertai pemantauan lapangan, “lanjut orang nomor dua Pemkab Wondama.

Sementara itu Ketua DPRD Herman Sawasemariai mengingatkan bahwa kondisi perekonomian di Wondama semakin tidak menentu menyusul kenaikan harga BBM.

Untuk itu DPRD meminta Pemkab menjaga agar tidak terjadi kenaikan harga barang secara berlebihan sehingga membuat beban masyarakat semakin bertambah.

“Kami mengingatkan agar Perubahan APBD yang telah kita sepakati bersama  benar-benar dilaksanakan dengan baik dan penuh tanggung jawab semata-mata untuk membawa Wondama lebih baik lagi, “ujar Sawasemariai dalam sambutan penutup rapat paripurna. (Nday)

 

Pos terkait