DPRD Nilai Kualitas Pendidikan di Wondama Semakin Buruk

  • Whatsapp

WASIOR – DPRD Kabupaten Teluk Wondama, Papua Barat melontarkan kritik tajam perihal layanan pendidikan di daerah setempat.
Para wakil rakyat menilai kualitas pendidikan di Wondama dari waktu ke waktu terus mengalami kemerosotan. Hal itu menjadi ironi tersendiri lantaran Teluk Wondama menyandang predikat sebagai pusat pendidikan pertama di Tanah Papua.
Fraksi Nasional Demokrat dalam pandangan fraksinya terhadap RAPBD 2019 yang dibacakan dalam rapat paripurna di gedung DPRD di Isei, Senin mengaku miris dengan kondisi pendidikan Wondama saat ini.
Fraksi NasDem mempertanyakan mengapa sampai saat ini Bupati belum juga mengangkat kepala dinas pendidikan definitif. Sudah lebih dari satu tahun Dinas Pendidikan Wondama memang masih dijabat seorang pelaksana tugas (Plt).
“Mengapa sampai saat ini bupati tidak mengangkat Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga dan juga Kepala Dinas Kesehatan yang defenitif, “ ujar Kristian G. Torey, anggota DPRD dari Nasdem yang tampil sebagai pembaca pandangan fraksi.
Hal senada juga dipertanyakan Fraksi Gabungan Nusantara (GBN) yang menyatakan semestinya Dinas Pendidikan sebagai OPD strategis tidak boleh lama-lama diisi seorang Pelaksana Tugas.
Fraksi Gabungan Nusantara menilai mutu pendidikan di Wondama masih rendah. Salah satu indikatornya adalah masih rendahnya Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kabupaten Teluk Wondama. IPM Teluk Wondama menempati posisi ketiga terendah di Provinsi Papua Barat setelah Kabupaten Pegunungan Arfak dan Kabupaten Tambrauw.
“Menurut kami hal ini terjadi selain akibat rendahnya SDM, juga diakibatkan oleh kepala dinasnya yang masih belum definitif sehingga terjadi kekakuan dalam setiap mengangkat seorang kepala dinas yang memiliki kualifikasi dan kompetensi yang sanggup memimpin OPD tersebut, “ demikian pandangan fraksi GBN yang dibacakan Asri, legislator dari PPP. (Nday)

Pos terkait