Dilaporkan Atas Dugaan Intimidasi Terhadap Wartawan Serta Pengrusakan Mobil, Direktur PDAM Mengaku Siap Memberikan Jawaban Kepada Pihak Kepolisian

TATOR, Kabartimur.com – Direktur PDAM Tana Toraja Frans Mangguali dilaporkan ke polisi atas dugaan tindakan intimidasi terhadap wartawan PEDOMANMEDIA, Andarias Padaunan. Tak hanya intimidasi verbal, Andarias juga nyaris dikeroyok pegawai PDAM dan mobil miliknya dirusak. Atas laporan tersebut, Direktur PDAM melalui sambungan selulernya mengaku siap memberikan jawaban kepada pihak kepolisian terkait kasus tersebut.

Peristiwa dugaan tindak pidana ini terjadi Jumat pagi (15/11/2023) sekitar pukul 09.00 di Kantor PDAM Tator. Melalui rilis yang diterima kabartimur.com, Andarias menjelaskan bahwa dirinya mengalami peristiwa itu saat menjalankan tugas liputan, atas kejadian tersebut dirinya telah melaporkannya kepada polres Tana Toraja

Secara rinci Andarias menjelaskan bahwa, sehari sebelumnya ia telah mengatur janji dengan Frans Mangguali untuk wawancara terkait pendapatan PDAM tahun 2023.

“Tadi malam saya dengan beliau (Frans Mangguali) chatting via WA. Saya wawancara soal pendapatan PDAM. Tapi dia meminta saya ke kantornya. Katanya kalau lewat WA kurang bagus. Bagusnya ke kantor saja supaya datanya lebih lengkap,” ujar Andarias menirukan Frans.

Saat itu Frans sangat bersahabat. Malah kata Andarias, Frans mengajaknya mencari tempat yang suasananya lebih santai.”Kita duduk-duduk sambil cerita dinda. Cari tempat saya menyesuaikan,” begitu kata Frans menurut pengakuan Andarias.yang akhirnya wawancara disepakati di kantor PDAM, Jumat pagi.

Baca Juga :   Dipraperadilankan, Ini Jawaban Kejaksaan Negeri Tana Toraja

“Saya bilang iya pak besok pagi saya ke kantor. Supaya lebih bagus. Dia bilang oke bos saya tunggu,” terang Andarias.

Jumat pagi, saat tiba di kantor PDAM, Andarias langsung menuju ke ruang kerja Frans Mangguali.”Waktu saya masuk, saya beri salam. Tapi saya lihat mukanya mulai agak lain. Kayak marah begitu, selanjutnya setelah saya menanyakan soal materi wawancara kemarin,Dia bilang apa kapasitasmu mau tahu soal itu. Saya tidak mau kasih datanya. Kenapa!,” ketusnya dengan nada emosi.

Andarias mengatakan bahwa setelah memberi jawaban dengan nada emosi, Frans kemudian berdiri dan menghampiri dan mendorongnya sembari melontarkan kata-kata kasar.”Dia mendorong saya beberapa kali kemudian saya tanya pak direktur sabar ki pak. Namun beliau tetap emosi. Bahkan dia sudah lontarkan kata-kata kotor. Tapi saya tetap berusaha tenang,” ucapnya.

Kejadian itu menurut Andarias juga menarik perhatian para pegawai di kantor PDAM, salah satu pegawai di sana kemudian datang menghampiri mereka sekaligus mengingatkannya untuk segera pulang,

Baca Juga :   DCT Anggota DPRD Kabupaten Tana Toraja dari Partai Demokrat

Saran tersebut menurut Anda langsung dia terima dan segerah bergerak untuk pulang, namun direktur tetap saja mengikutinya dan mendorongnya sampai ke mobilnya yang mana seketika itu mobil Anda dikurung oleh beberapa pegawai PDAM, beberapa diantara mereka yang mengurung mobilnya bahkan sempat mengajak rekan yang lainnya untuk membunu Anda

“Mereka teriak dengan bahasa Toraja patei tu (bunuh itu) sambil memukul mobil saya dan mau membuka paksa pintu mobil saya. Tapi saya sudah kunci dari dalam. Mereka memburu saya sampai keluar dari kantor PDAM,” jelasnya bahwa Akibat peristiwa tersebut mobilnya mengalami beberapa kerusakan.

Sementara itu, Frans Manggauli yang dikonfirmasi mengatakan bahwa peristiwa di kantor PDAM tidak sepenuhnya persis seperti apa yang disampaikan oleh wartawan Pedoman Media kepada publik. Ia mengaku siap memberikan keterangan yang lebih valid kepada pihak kepolisian ketika dipanggil nantinya.

Meski beberapa poin diakuinya seperti tidak ingin memberikan data yang diminta oleh Wartawan karena yang dia pikir adalah sang wartawan meminta keseluruhan laporan keuangan PDAM yang menurutnya hal itu sangat sulit untuk mereka lakukan dimana laporan keuangan itu selain prosesnya harus panjang Ia juga mengaku tidak perlu untuk memberikan hal itu kepadanya.

Baca Juga :   Bupati Tana Toraja Jadi Irup Pada Upacara Hardiknas

Selanjutnya Frans juga mengelak kalau telah melakukan intimidasi terhadap Wartawan, meski komunikasi antara dirinya dengan Andarias diakui tidak berjalan dengan baik pada saat kejadian namun menurutnya itu bukan intimidasi,

” Kadang-kadang untuk setiap peristiwa masing-masing dari kita menilainya dengan banyak persepsi, namun kami akan tetap bekerja sama dengan baik dengan pihak kepolisian untuk memberikan penjelasan sedetail mungkin agar masalah ini bisa diluruskan dan diinformasikan secara utuh kepada masyarakat” Tambahnya lagi.

Pada kesempatan itu, Frans juga menyampaikan permohonan maaf kepada publik Tana Toraja atas kegaduhan yang sedang terjadi, ia juga menyampaikan salamnya kepada seluruh pekerja pers bahwa apa yang terjadi antara dirinya dengan salah satu wartawan kemarin bukan berarti bahwa dia Anti terhadap Wartawan.

” Saya sudah puluhan Tahun mimimpin PDAM ini dan saya tidak pernah ingin berselisih dengan media, setiap ada yang ingin mengkonfirmasi terkait dengan tupoksi kami tentunya saya akan selalu berusaha untuk memberikan ruang* Tutupnya.

Pos terkait