Buat Pelatihan Komputer untuk Aparat, Kampung Torey di Wondama Ingin ‘Naik Kelas’ dalam Urusan Administrasi

  • Whatsapp

WASIOR –Pemerintah Kampung/Desa Torey, Distrik Rasiei Kabupaten Teluk Wondama bertekad untuk selangkah lebih baik dan lebih maju di tahun 2022.

Salah satu wujudnya dengan meningkatkan kapasitas sumber daya aparatur kampung melalui pelatihan komputer memanfaatkan dana desa.

Kepala Kampung Torey Adolf Kapatok berkeinginan semua aparat kampung termasuk dirinya harus memiliki kemampuan mengoperasikan komputer. Dengan begitu pengelolaan administrasi di tingkat kampung menjadi lebih baik dan tertib sehingga diharapkan kualitas pelayanan kepada masyarakat juga  bisa semakin mantap.

“Maka dengan adanya dana desa kami programkan pelatihan komputer ini supaya bisa membantu saya dalam urusan mengelola administrasi di kampung, terutama buat pertanggungjawaban, terkait dengan RKP, RPJM dan lain-lain, “kata Adolf pada pembukaan pelatihan komputer bagi aparat Kampung Torey di aula kantor kampung setempat, Rabu (26/1/2022).

Pelatihan komputer dibuka oleh Kepala Distrik Rasiei Yemima Masakeri direncanakan berlangsung selama 14 hari dengan menggandeng PKBM (Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat) Enewam Sainuy sebagai instruktur.

Ikut hadir Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Kampung (PMK) Hendrik Tetelepta, Koordinator PKBM Enewam Sainuy Frengki Semboari juga Tenaga Ahli Pendamping Desa tingkat Kabupaten Martha Deda.

Adolf berharap dengan pelatihan tersebut Kampung Torey bisa naik kelas khususnya dalam urusan pengelolaan administrasi desa.

“Dan memang selama ini (administrasi) sangat lemah. Kelihatan kemarin di tahun 2021 itu Kampung Torey paling tertinggal. Sehingga saya ambil satu pilihan untuk aparat ini harus ikut pelatihan (komputer),” ucap kepala kampung yang berusia milenial itu.

Kepala Distrik Rasiei Yemima Masakeri berharap pelatihan itu bisa mengangkat kemampuan aparat kampung Torey sehingga pelayanan kepada masyarakat juga semakin baik.

Yemima juga berharap pelatihan komputer dibuat secara berkelanjutan dengan melibatkan para generasi muda termasuk anak-anak usia sekolah.

“Karena orang lain tidak mungkin datang bangun kampung ini jadi anak-anak di tempat ini sendiri yang harus bangun. Jadi saya berharap aparat kita berlatih untuk bekali diri, kita juga ajarkan untuk anak-anak kita, jadi pelatihan seperti ini harus berkelanjutan, “pesan Masakeri.

Senada, Kepala Dinas PMK Hendrik Tetelepta juga mendorong pemanfaatan dana desa lebih banyak diarahkan untuk pembangunan sumber daya manusia. Karena itu diapun menyarankan pelatihan komputer dilakukan secara berkelanjutan agar lebih banyak anak muda kampung Torey bisa terlibat.

Tetelepta berharap pelatihan komputer yang dilakukan di awal tahun menjadi momentum kebangkitan Kampung Torey untuk menjadi kampung yang lebih baik lagi di tahun 2022.

“Semua harus bersatu untuk bangun kampung, jangan ada saling curiga. Kita buka lembaran baru untuk Kampung Torey di tahun 2022 ini dengan pelatihan komputer,”pesan Tetelepta. (Nday)

Pos terkait