Begal Resahkan Warga, Anggota DPRD ini Minta Kapolda Kumpulkan Para Kepala Suku

  • Whatsapp

MANOKWARI- Anggota DPRD Kabupaten Manokwari asal Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Frans Mansim meminta Kapolda Papua Barat Brigjen Polisi Tornagogo Sihombing menjelaskan apa itu kata Begal.

Pengertian Begal dalam kamus besar bahasa Indonesia KBBI, yakni Perampasan, penyamun, aksi yang sering terjadi di suatu kota sehingga masyarakat tidak berani menggunakan perhiasan kalau bepergian.

Begal merupakan suatu kejahatan seperti mencopet. Tapi begal bukan hanya mengambil barang orang lain, tapi mengambil kendaraan dan melukai sasaran.

“Saya minta bapak Kapolda agar segera mengumpulkan kepala suku Papua maupun yang lain jadi satu biar bapak sampaikan dan masyarakat tidak ikut terlibat dalam kelompok Begal ” Kata Frans Mansinam sembari meminta Kapolda menjelaskan pemahaman tentang begal.

” Yang kami minta arti begal itu apa, kalau saya tidak tau berarti kepala suku yang lain juga tidak tau” ujarnya.

Dia mengaku heran mengapa anak-anak ikut didalam aktivitas begal yang sedang marak saat ini.

“Kami minta supaya bapak juga harus bicara keras supaya kami semua para kepala suku membuat pernyataan dan serahkan mandat kepada bapak Polisi” tegas Frans Mansim yang juga saat ini merupakan salah satu kepala suku di Manokwari.

Ditambahkan Mansim bahwa begal merupakan hal yang tidak bagus sebab menurutnya sebagai kalangan orang tua dimasa mereka tidak pernah hal semacam itu ada dan terjadi.

“Hal semacam itu kami tidak suka jadi anak anak ini kami rotan dan kami akan cambuk. Makanya saya mohon supaya bapak tolong bikin undangan kepada semua kepala suku termasuk kepala suku orang seberang (Nusantara Red)” harap Mansim.

Mendengar permintaan Frans Mansim yang merupakan Kepala suku yang kini menjabat Anggota DPRD Manokwari itu, Kapolda Brigjen Polisi Tornagogo Sihombing langsung merespon dengan meminta salah satu Pejabat utama Polda membuat agenda pertemuan sesuai permintaan tokoh Masyarakat itu.

Sementara Direktur Kriminal Umum Polda Papua Barat, AKBP. Ilham Saparono, Sik, MH saat ditemui mengatakan sejauh ini polisi berhasil menangkap sekitar 10 orang pelaku begal yang Meresahkan warga Kota Manokwari.

“Terakhir kita rilis kemarin begal yang ditangkap sekitar 10 orang” Kata AKBP. Ilham Saparono Jumat 8 Mei 2020

Dia mengatakan, dalam upaya perburuan begal yang Meresahkan warga saat ini, dalam mengambil tindakan tegas tentu sifatnya membahayakan, baik di membahayakan anggota polisi maupun orang lain dlam aksi begal tersebut.

“Kalau tindakan sudah membahayakan anggota polisi maupun warga lain maka kita diberikan kewenangan mengambil tindakan tegas yang terukur yang penting dalam pelaksanaan profesional dalam artian tepat sasaran dan proporsional dalam arti tidak terkesan sadis” jelasnya.

“Kalau memang bisa di lumpuh kan kita lumpuh kan, begitu juga jika ancaman ya membahayakan bisa di tembak mati (mematikan)” tegasnya

Ketika Disinggung soal aksi begal yang kian marak dan bahkan sudah membahayakan beberapa warga di Kota Manokwari, kata Dirkrimum Polda Papua Barat, Kepolisian tentu mengedepankan proses penegakan hukum, bukan mengambil tindakan hakim jalanan.

“Kita kan sifatnya menjalankan fungsi penegakan hukum bukan mengambil tindakan hakim jalanan, kalau masalah hakim itu di pengadilan, selama dal upaya paksa penangkapan mereka tidak menyerahkan diri tidakelakukan perlawanan kita ngak mungkin dong melakukan tindakan” jelasnya

Menyangkut pencegahan begal kata Dirkrimum pihaknya mengaktifkan kembali dalam fungsi tersebut yakni Ditkrimserse namun melalui kebijakan Kapolda yang juga pada fungsi Krimum Polda dilakukan pengamanan dan Patroli berskala besar

” Pencegahan dalam bentuk Patroli berskala besar ini sudah dilakukan, kalau malam kan terlihat anggota sering ngumpul melaksanakan apel di posko-posko dalam rangka meminimalisir aksi begal ya g meresahkan” jelasnya. (AD)

Pos terkait