Awal Tahun BBM Langka Lagi di Wondama, Perindagkop Sebut Kesalahan Pertamina

  • Whatsapp

MANOKWARI – Kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) jenis premium yang kembali berulang di Kabupaten Teluk Wondama, Papua Barat dalam sepekan terakhir membuat banyak warga resah. Warga kota Wasior misalnya, mengeluhkan aktivitas mereka di awal tahun ini banyak terhambat lantaran BBM kosong.

Kepala Dinas Perindagkop Teluk Wondama Ekbertson Karubuy dihubungi Minggu siang melalui telepon dari Manokwari, mengklaim, kelangkaan BBM pada pembukaan tahun 2020 merupakan kejadian nasional. Tidak hanya di Wondama, sesuai rilis dari Kementerian ESDM beberapa daerah lain di Indonesia juga mengalami nasib serupa.

Di Provinsi Papua Barat, selain Wondama ada juga Kabupaten Pegunungan Arfak ikut terkena dampak kelangkaan yang dipicu keterlambatan masuknya kapal tangker Pertamina ke Depo Pertamina Manokwari.

“Ini karena kapal tangker baru masuk di Manokwari pada 31 Desember 2019 kemarin. Terus kapal belum bisa dibongkar sampai kemarin (Sabtu) baru dilakukan pengisian dan tadi (Minggu pagi) jam 10 kapal sudah keluar dari Manokwari menuju Wondama karena tadi malam cuaca sangat buruk, “ jelas Ekber.

“Kemarin kami koordinasi, (Pertamina) Manokwari tidak bisa kasih keluar karena itu stok untuk Manokwari jadi daerah-daerah ada yang kena termasuk Wondama, “ lanjut Ekber menyebut BBM yang dibawa kapal ke Wasior pada Minggu (5/1) merupakan kuota Desember milik agen PT Papua Bumi Kasuari (PBK) dan KSU Cinta Nelayan.

Adapun kapal pengangkut BBM dari Manokwari ke Wondama dijadwalkan tiba di Wasior pada Senin (6/1). Ekber memperkirakan penjualan BBM khususnya premium sudah bisa dilakukan pada Senin sore atau pada malam harinya.

“Sore hari sudah ada penjualan. Kami harap masyarakat tidak kuatir (kelangkaan akan berlangsung lama). Kami mohon masyarakat pahami bahwa ini bukan disengaja tetapi terjadi secara nasional. Ada beberapa daerah yang mengalami sesuai penyampaian dari Wakil Menteri ESDM termasuk kita di Wondama, “ ujar Ekber.

“Itu bukan kesalahan dari distributor tapi kesalahan dari Pertamina karena keterlambatan kapal tangker yang masuk di Manokwari, “ sambung Eks Sekretaris Bappeda itu.

Di Kota Wasior, kekosongan BBM dimanfaatkan sejumlah pengecer dadakan untuk meraup untung besar. Mereka menjual premium atau bensin dengan harga jauh di atas normal mencapai 20 ribu sampai 25 ribu perliter. (Nday)

Pos terkait