Anggota DPRD Kabupaten Manokwari Minta Penanganan Dugaan Pencemaran Kali Wariori Ditindaklanjuti

MANOKWARI- Kader Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Syamsul Hadi dan Kader Partai Golkar, Siswanto, yang merupakan Anggota DPRD Kabupaten Manokwari, mengharapkan Pemerintah Kabupaten Manokwari melalui Dinas Teknis dapat menindaklanjuti dugaan pencemaran Kali Wariori Distrik Masni.

Sehubungan dengan itu, Dinas Lingkungan Hidup dan Pertanahan Kabupaten Manokwari menindaklanjuti kesepakatan bersama dengan pengambilan sampel air Kali Wariori dan Kali Koyani/Bowi oleh Mitra Dinas Lingkungan Hidup dan Pertanahan Kabupaten Manokwari, Lab. PPLH Universitas Papua.

Bacaan Lainnya

Atas dukungan Kepala Kampung SP- 6, SP-7 dan SP-8, Babinsa, pendamping Kampung dan Gapoktan serta didampingi langsung oleh Tenaga Ahli Bupati Manokwari Bidang Pertanian dan Perkebunan, Edy Waluyo. Rabu, (08/12/2021).

Dugaan pencemaran Kali Wariori, yang ditindaklanjuti dengan surat Sekretaris Daerah Kabupaten Manokwari Kepada Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Pertanahan melalui Kepala Bidang Pengendalian Pencemaran, Pengelolaan Keanekaragaman Hayati dan Pengaduan Lingkungan disikapi bersama pada Rapat Koordinasi Pertanian Ke-3 BUMDES (Badan Usaha Milik Desa) bersama penggiat pertanian dan Stakeholder terkait, pada hari Sabtu Tanggal 04 Desember 2021, bertempat di gedung Lodewijk Mandacan, Kampung Udapi Hilir, SP-4 Prafi.

Dalam Rapat koordinasi tersebut yang difasilitasi oleh Bumdes Mulya Bersama SP-1, Bumdes Upokarti SP-2 dan Bumdes Sinar Papua SP-10 di dukung oleh Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kampung, Jeffry J. Sahuburua yang dimoderatori oleh Koordinator pendamping, Sumarno.

Baca Juga :   Sambut Nataru, BI Papua Barat Siapkan Uang Layak Edar Rp.1,47 Triliun

Bersama Para Kepala Kampung dan Direktur dan pengurus Bumdes serta Gapoktan maupun pendamping mendukung sepenuhnya tindaklanjut penanganan dugaan pencamaran Kali Wariori yang akan dilakukan oleh Dinas Lingkungan Hidup dan Pertanahan Kabupaten Manokwari.

Kepala Kampung Bowi Subur SP-6, Purwadi menjelaskan bahwa warganya dalam berbagai pertemuan telah menyampaikan kondisi lahan pertanian yang tidak lagi memberikan hasil yang maksimal karena adanya menurunnya kualitas air dan tanah dan diduga telah terjadi pencemaran air yang mulai dialami sebagian warga sekitar 6 (enam) bulan yang lalu di tahun 2021 ini.

Purwadi menyebut, awalnya mengeluh ke Distrik terkait pendangkalan irigasi (primer dan sekunder), selain itu air yang mengairi pertanian untuk tanaman kangkung mati, padi hasilnya tidak sesuai yang diharapkan, tanaman cabe dan sayur-mayur jika menggunakan air Kali Wariori tanaman mati, dan sudah disurvei beberapa pihak sehingga dengan adanya pertemuan ini diharapkan ada solusinya, dan Dinas Lingkungan Hidup dan Pertanahan saya sangat berharap dapat turun ke lapangan langsung mencari solusinya dengan pengambilan sampel air.

Bupati Manokwari yang diwakili Asisten I Setda Kabupaten Manokwari, Wanto, S.Sos, menyampaikan bahwa dukungan semua pihak dalam penanganan dugaan Kali Wariori segera dapat diselesaikan dan diharapkan Dinas Lingkungan Hidup dan Pertanahan dapat segera meningdaklanjuti pengaduan masyarakat yang diterima dengan mengambil sampel air.

Baca Juga :   Turut Berdukacita, Danramil Persiapan Daratan Isim Melayat ke Rumah Warga Binaan

“Dinas Lingkungan Hidup dan Pertanahan dengan kewenangannya agar segera dalam waktu yang tidak terlalu lama untuk menindaklanjuti kesepakatan kita bersama ini dengan pengambilan sampel air agar diketahui lebih jelas kandungan air dari adanya bahan-bahan dan zat tercemar sehingga jelas dapat kita ketahui bersama” harap Wanto.

Sementara itu, Anggota DPRD Kabupaten Manokwari, Syamsul Hadi, mengatakan bahwa dirinya bersama aparat kampung dan warga sudah melakukan kunjungan lapangan, melihat langsung kondisi yang terjadi seperti matinya ikan-ikan dan adanya penangkalan kolam kangkung maupun kolam ikan akibat sedimentasi maupun menguningnya dan rusaknya tanaman kangkung dan padi sawah pada Sp-6-, SP-7 dan SP-8.

“Dimohon kepada Bapak Bupati yang diwakili Asisten I, agar dapat menindaklanjuti hasil pertemuan saat ini melalui Dinas Lingkungan Hidup dan Pertanahan Kabupaten Manokwari untuk melakukan pengambilan sampel air agar hasilnya dapat diketahui langsung oleh warga masyarakat yang merupakan keluh kesah mereka karena mata pencaharian warga prafi hidupnya sebagian besar dari Pertanian” tegas Syamsul Hadi.

Sedangkan Anggota DPRD Kabupaten Manokwari, Siswanto, menjelaskan bahwa Kinerja DLHP Kabupaten Manokwari yang teruji dengan menangani persoalan limbah perkebunan kelapa sawit PT. MPHS Sidey diharapkan mampu pula menyelesaikan persoalan yang dihadapi warga saat ini terkait dugaan pencemaran kali Wariori yang sangat memprihatinkan karena sebagian besar terkena dampaknya.

Baca Juga :   Bupati dan Istri Coblos di TPS 056 TK Marina

“Dengan kemampuan Dinas Lingkungan Hidup dan Pertanahan Kabupaten Manokwari, diharapkan dapat menindaklanjuti terkait dugaan pencemaran Kali Wariori agar nantinya warga masyarakat dapat melaksanakan kembali kegiatan usaha taninya mengingat salah satu sumber penghasilan warga sebagai petani. Ini keluh kesah warga yang harus dijawab bersama-sama” tutur Siswanto.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Pertanahan Kabupaten Manokwari, Yang diwakili Kepala Bidang Pengendalian Pencemaran, Pengelolaan Keanekaragaman Hayati dan Pengaduan Lingkungan, Yohanes Ada’ Lebang, menyampaikan apresiasi dan terimakasih kepada warga masyarakat yang telah mengambil peran bersama dalam menjaga dan melestarikan lingkungan hidup dengan melakukan pengaduan lingkungan yang telah kami terima pada tanggal 2 Desember 2021 (red-Disposisi) dan akan melaporkan kepada pimpinan terkait harapan dan penanganan dugaan pencemaran Kali Wariori agar segera dapat dilakukan pengambilan sampel air dan uji sampel air.

“Ini adalah tugas dan tanggung jawab yang harus dilaksanakan dengan upaya maksimal walau masih dengan banyak kekurangan dukungan operasional kami, sehingga kami akan meminta petunjuk selanjutnya dari pimpinan dan akan segera menindaklanjuti dengan pengambilan sampel dan Uji Laboratorium sehingga akan mengetahui kandungan apa saja sebagai data dan informasi selanjutnya dalam memberikan solusi bersama yang diharapkan untuk menyelamatkan lahan pertanian yang terdampak saat ini, sehingga aktivitas petani dapat berjalan normal kembali dan lebih baik” terang Lebang. (Red/Lisna)

Pos terkait