Analisis Kebutuhan Pembangunan Jalan dan Jembatan, Pemda Haltim Mulai Observasi di Lapangan

  • Whatsapp

HALTIM,KABARTIMUR – Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Halmahera Timur (Haltim) Provinsi Maluku Utara (Malut), mulai melakukan pemetaan geometrik maupun observasi lapangan dan menghitung kebutuhan jalan dan jembatan di kecamatan Maba Utara dan kecamatan Wasile Utara. Dua kecamatan tersebut dipilih karena masih sulit diakses oleh masyarakat, dan Pemda Haltim berkomitmen untuk dapat membuka akses jalan tersebut.

Hal ini disampaikan oleh Bupati Haltim, Drs Ubaid Yakub. MPA , saat ditemui Wartawan di halaman kantor Bupati, Rabu (08/09/2O21).Menurutnya, Pemerintah kabupaten Halmahera timur, melalui instansi teknis (Dinas PU) telah melakukan observasi di lapangan untuk menghitung ketersediaan kebutuhan jalan dan jembatan yang rencananya akan dibangun pada 2022 mendatang.

“Bahwa teman-teman PU saat ini sedang di lapangan melakukan observasi tetapi belum selesai. Namun untuk data sementara di Maba Utara itu, ada kali Waisango yang menghubungkan desa Lolasita, Sosolat dan daerah sekitar, ada juga jembatan Mabulan yang masih darurat ,” ungkap Ubaid.

Dia menambahkan, salah satu akses vital lainnya di kecamatan Maba Utara adalah sungai Nek-Nek yang menghubungkan SP-1 dengan Desa Patlean dan sekitarnya sehingga menjadi prioritas pembangunan nantinya adalah jembatan.

Selain jembatan, Kata Ubaid juga ada perbaikan geometrik jalan dimana pihaknya akan memfokuskan perhatian pada akses vital antara Sosolat-Lolasita yang hingga saat ini tidak bisa terakses karena masih terputus.
“Itu untuk Maba Utara yang kedepannya akan menjadi perhatian kita,” katanya.

Selain kecamatan Maba Utara, Pemkab juga akan melakukan perhatian yang sama terhadap kecamatan Wasile Utara. Meski begitu, Pemkab Haltim hanya memfokuskan pada perbaikan jalan di ibukota kecamatan yang menghubungkan pusat pelayanan kesehatan yang baru dibangun saat ini.

“Memang untuk Wasile Utara itu geometrik jalan masih bisa diakses, makanya kita fokus untuk sebagian jalan di ibukota kecamatan dan juga jembatan kali Gali, terus kali Gogaili dan kali Mabuli, serta ada jembatan-jembatan kecil di dalam ibukota kecamatan,”sebut Ubaid.

Diungkapkan Bupati bahwa semua program itu masih dalam tahap perhitungan oleh dinas teknis dalam hal ini Dinas PU yang mana pembangunannya akan direalisasikan sesuai dengann kondisi dan kemampuan keuangan daerah.

”Dari sisi keberpihakan, kita sangat berpihak pada kedua wilayah ini, hanya saja mungkin proporsinya yang akan di sesuaikan dengan kebutuhan kedua wilayah itu, kita akan memulai tahun 2022 mendatang ,” imbuh Bupati.(RH/RED)

Pos terkait