Alberth Torey Diberi Gelar Bapak Pelopor Pembangunan Teluk Wondama

  • Whatsapp

WASIOR – Pemerintah Kabupaten Teluk Wondama, Papua Barat secara resmi menganugerahkan gelar Bapak Pelopor Pembangunan Kabupaten Teluk Wondama kepada almahrum Albert H. Torey.
Pemberian penghargaan itu tertuang dalam SK Bupati nomor 2.6/99/SK/Bupati-TW/X/2018 yang dibacakan sebelum ibadah pemakaman di kediaman almahrum di kompleks perumahan Pemda di Manggurai, Wasior, Senin (8/10).

Gelar tersebut merupakan bentuk penghargaan atas karya dan jasa almahrum selama memimpin Kabupaten Teluk Wondama. Dalam SK Bupati yang dibacakan Kepala Bagian Hukum Amirudin disebutkan pertimbangan yang mendasari pemberian gelar tersebut antara lain karena Alberth Torey merupakan konseptor dan pelopor lahirnya Kabupaten Teluk Wondama.

Selain itu kemajuan yang kini dirasakan masyarakat juga tidak lepas dari jasa Torey yang memimpin Teluk Wondama sejak masa persiapan pada 2003-2005 hingga menjadi bupati definitif selama dua periode yakni 2005-2010 dan 2010-2015.
“Selama masa kepemimpinan bapak DR.Drs. Alberth H. Torey, MM telah menunjukkan kesetiaaan dalam pengabdiannya dan kecintaan yang besar kepada masyarakat hingga akhir hayatnya, “ lanjut Amirudin.

Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan dalam sambutan tertulis dibacakan Asisten II Jack Sawaki juga mengapresiasi karya dan jasa besar Torey selama memimpin Teluk Wondama. Dominggus pun menyebut Torey layak menyandang predikat sebagai Bapak Pembangunan Teluk Wondama.

“Beliau merupakan tokoh sentral dalam sejarah lahirnya Teluk Wondama. Dia mengubah dua kecamatan menjadi satu kabupaten. Beliau juga membangun secara signifikan sarana dan prasarana juga infrastruktur di Kabupaten Teluk Wondama, “ puji Gubernur dalam sambutannya.

Torey yang lahir di Jayapura pada 1953 meninggal dunia pada 4 Oktober 2018 saat sedang menjalani perawatan di Surabaya, Jawa Timur. Selama hidupnya almahrum mencatatkan berbagai prestasi dan menerima banyak penghargaan antara lain Satya Lencana Pembangunan dari Presiden Republik Indonesia pada 2009. (Nday)

Pos terkait