24 Kampung Di Tanah Rubuh Belum Terima Dana Otsus Sejak Tahun 2018

  • Whatsapp

MANOKWARI-Sekertaris Distrik Tanah Rubuh, Salmon Sayori mengaku gerah akibat sering jadi sasaran pertanyaan para aparat kampung terkait kejelasan pencairan dana desa, honor aparat kampung dan juga pengalokasian dana Otsus dari pemerintah Kabupaten Manokwari.

Ditemui di ruang kerjanya, Senin (13/5), Salmon Sayori mengatakan para aparat berulang kali mendatangi kantor distrik meminta bantuan agar mempertanyakan terkait belum cairnya dana desa yang dimaksud.

” Untuk honor aparat kampung, kalau bisa jangan ditunda, karena mereka sangat membutuhkannya. Terkait dana lainnya, termasuk dana otsus, yang terpenting adalah penjelasan kepada aparat kampung, kenapa belum dicairkan. Mungkin mereka bisa mengerti,” Kata Sayori.

Hal tersebut dinilai wajar oleh sekertaris distrik, mengingat pencairan dana desa tahun 2019 sedikit terlambat dibandingkan dengan pencairan dana desa di tahun 2018 lalu.

“ Pencairan tahun ini memang sedikit terlambat dibandingkan dengan tahun lalu, pada prinsipnya, aparat tidak menuntut harus cair segera, namun paling tidak ada penjelasan atas keterlambatan ini,” kata Salmon Sayori.

“Pencairan dana desa dan dana otsus sendiri teknisnya bukan di kami, sebagai perpanjangan tangan pemerintah kabupaten Manokwari, saya hanya bisa mengakses informasi untuk dilanjutkan kepada aparat kampung. Sementara sayas sendiri baru dilantik sebagai sekertaris beberapa minggu lalu,” kata Salmon Sayori.

Di sisi lain, Salmon berharap pemerintah Kabupaten Manokwari lewat instansi terkait melakukan monitoring ke distrik Tanah Rubuh guna meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.

Distrik Tanah Rubuh sendiri menurut Salmon, masih tertinggal diantara berada diantara distrik yang sudah maju.

“Dari sisi akses transportasi tidak sulit, namun dari sisih jaringan komunikasi masih tergolong sulit, oleh sebab itu pemantauan dan pembinaan secara rutin dari pemerintah kabupaten secara intens sangat diperlukan,” terang Salmon Sayori.(SB)

Pos terkait