MANOKWARI

Pangdam Sebut Pencurian Emas WNA China di Papua Barat itu Kriminal

MANOKWARI- Panglima Kodam XVIII/Kasuari, Mayor Jendral TNI Jopipie Onesimus Wayangkau mengaku persoalan ketegangan karena pencurian ikan dan upaya pencaplokan wilayah Teritorial oleh Nelayan dan pasukan keamanan laut China di laut Natuna itu merupakan urusan Negara, dibawah pimpinan Panglima TNI.

Sementara masalah kejahatan atau pencurian seperti yang di lakukan warga negara China di Pedalaman Kabupaten Tambrauw yang lolos masuk dan mencuri emas itu di tangani oleh Kodam XVIII/Kasuari dan Polda Papua Barat.

“Memang akhir Tahun kemarin anggota kami berhasil menangkap Warga Negara China di Tambrauw, ini berkaitan dengan pencurian dan atau Kriminalitas kita bilang begitu ya, itu kami dengan Polda menangani sesuai dengan aturan yang berlaku,” kata Onesimus Wayangkau saat di temui di Markas Kodam, Jumat (10/1/2020).

Saat ditanya tentang pencurian emas di pedalaman Kabupaten Tambrauw oleh Warga Negara China yang kemudian 4 orang di tangkap oleh Anggota Kodam Akhir 2019 lalu, ia mengakui hal itu merupakan kejahatan Kriminal yang sudah ditangani bersama oleh Kodam, Imigrasi dan Polda Papua Barat.

“Masalah di laut Natuna itu ditangani oleh Negara dan langsung oleh Panglima TNI namun kami di wilayah menjaga stabilitas keamanan yang ada di Wilayah Kodam, jadi yang berkaitan dengan pencurian kita bilang begitu ya atau Kriminalitas itu kami dengan Polda sudah menangani sesuai aturan

Dia mengatakan penangkapan saat itu ketika diketahui ada warga Negara asing yang kebetulan dari China, langsung dilakukan kordinasi dan di serahkan kepada pihak Imigrasi karena mereka memiliki wewenang menangani orang asing.

“Saya juga berkordinasi dengan Kapolda Papua Barat karena itu berkaitan dengan ilegal atau Kriminal maka harus di tangani oleh Kepolisian, sebab mereka merupakan liding sektor yang menangani,” ujarnya.

Sebagai Panglima Kodam, Joppie Onesimus Wayangkau menegaskan ia tidak menginginkan ada kegiatan ilegal yang terjadi di wilayah Kodam dan merugikan negara.

” Kalau itu merugikan Negara otomatis merugikan Masyarakat, jadi sebagai Panglima Kodam saya tidak menginginkan hal itu maka saya minta di dukung oleh Masyarakat,” tegasnya.

Dia mengingatkan negara ini memiliki aturan terutama yang mengatur tentang kegiatan usaha pertambangan, jangan sampai hal ini justru di kedepan kan aturan adat lalu kemudian melanggar ketentuan negara yang merugikan semua orang.

“Saya terima kasih kepada masyarakat yang memberikan laporan, jadi saya minta agar kalau hal semacam itu silahkan masyarakat lapor ke Kodam, bisa mulai dari Koramil atau langsung laporkan ke saya, akan saya tangani itu,” ujarnya.(AD)

To Top