TELUK WONDAMA

Masa Transisi Darurat Berakhir, BPBD Wondama Fokus Normalisasi Kali untuk Cegah Banjir

WASIOR – Masa transisi darurat selama 14 hari untuk pemulihan pascabanjir yang melanda kota Wasior, Kabupaten Teluk Wondama pada 23 Desember lalu telah berakhir pada 13 Januari 2020, kemarin.

Tahapan selanjutnya adalah pelaksanaan rehabilitasi dan rekonstruksi (RR).
Menurut Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Yance Pesurnai, fokus utama dalam tahapan RR nantinya adalah penataan kembali atau normalisasi daerah aliran sungai (DAS) pada beberapa sungai/kali besar di dalam kota Wasior dan sekitarnya.

Antara lain Kali Anggris, Kali Sanduai, Kali Manggurai, Kali Wanayo serta beberapa sungai besar di wilayah selatan Wasior.

“Fokus rehabilitasi untuk pengerukan sedimen pada beberapa kali besar dalam kota seperti di Anggris, Sanduai, Manggurai dan beberapa kali di bagian selatan, “ sebut Yance ditemui di sela-sela memantau kegiatan pengerukan Kali Anggris di kota Wasior, Selasa siang.

Dia mengatakan, Bupati Bernadus Imburi bersama dengan Kepala Pelaksana BPBD Gasper Kapisa sementara ini sedang berada di Jakarta untuk berkoordinasi dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) terkait anggaran untuk pelaksanaan RR.

“Manakala dana itu turun akan dilakukan rehab rekon, “ ucap mantan Kepala Bagian Persidangan Sekretariat DPRD itu.

BNPB sendiri sebelumnya telah mengucurkan bantuan dana Rp250 juta yang ditujukan untuk operasional posko tanggap darurat hingga transisi darurat. Pihak BPBD Provinsi Papua Barat juga ikut menyalurkan bantuan berupa bahan makanan dan perlengkapan lainnya.

Seperti pernah diberitakan, banjir akibat meluapnya Kali Anggris pada 23 Desember 2019 telah mengakibatkan pemukiman penduduk juga area publik pada dua wilayah yakni Kelurahan Wasior serta Kampung Wasior II terendam banjir dan lumpur tebal.

Sedikitnya 66 bangunan milik warga dan fasilitas pemerintahahan mengalami kerusakan ringan hingga berat akibat terendam lumpur serta material bawaan banjir lainnya. (Nday)

To Top