YP, Wisatawan Asal China Yang Diduga Terinfeksi Virus Corona Dalam Pengawasan

  • Whatsapp

MANOKWARI-YP (39), Wisatawan asal China yang saat ini diduga terinfeksi virus corona, kini berstatus dalam pengawasan.Status tersebut diberikan oleh Komisi Ahli (Komli) Kementrian Kesehatan Republik Indonesia.

YP saat ini berada di ruangan isolasi Rumah Sakit Sale Be Solu, Sorong, Papua Barat.

Diketahui, YP berasal dari Kota Kunming China, pernah bekerja di Kota Hunnan China, selama 7 hari. Tanggal 20 Januari 2020, YP menuju Hongkong.

Dari Hongkong, YP melanjutkan penerbangan bersama 19 teman lainnya ke Jakarta. Mereka tiba di Jakarta tanggal 21 Januari 2020.

Dari Jakarta mereka melakukan tour wisata di Raja Ampat, Papua Barat melalui Bandara Deo Sorong, dan tiba pada tanggal 22 Januari lalu.

“Sejak tadi malam, kami terus melakukan kordinasi dengan Komli di Jakarta, memang dari hasil pemeriksaan tidak ditemukan dua hal, yakni YP tidak ada riwayat kontak dan pasien juga tidak mengalami sesak napas, namun pihak Komli menetapkan YP berstatus pengawasan,” Kata Kepala Bidang Pengendalian dan pencegahan penyakit Dinas Kesehatan Provinsi Papua Barat, dr. Normawati saat menyampaikan paparan dalam rapat lintas sektoral Senin (27/1-2020) di Kantor Disnkes PB.

Menurut dr. Normawati, saat awal dilakukan pemeriksaan, YP terdeteksi mengalami suhu demam 28, 5 derajat Celcius, saat masuk rumah sakit Pertamina, Sorong pada 25 Januari lalu. YP kemudian di pindahkan ke rumah sakit Sale Be Solu, dan saat ini berada di dalam ruangan isolasi.

“Pasien juga setelah dilakukan pemeriksaan awal, ditemukan mengalami obesitas dengan berat badan 120 kilogram. Komisi Ahli akhirnya memberikan kriteria dalam pengawasan. YP seharusnya masuk isolasi rumah namun dengan berbagai pertimbangan, maka diputuskan diisolasi di rumah sakit,” terang dr.Normawati.

“Kita juga melakukan pemeriksaan suhu badan kepada 19 rekan YP yang juga merupakan wisatawan yang hendak melakukan trip ke Raja Ampat, rekan-rekan YP dari hasil pemeriksaan semuanya normal,” pungkas dr. Normawati. (AD).

Pos terkait