Yayasan Maneta Tanda Topo Gelar Lomba Anyam Rambut Ala Papua, Ketua GOW Wondama : Rambut Papua Eksotis, Jangan Dikasih Lurus

WASIOR – Puluhan remaja puteri asli Papua di Kabupaten Teluk Wondama, Selasa (1/2/2022) ikut ambil bagian dalam Lomba Anyam Rambut ala Papua.

Kegiatan yang berlangsung di Taman Masasoya Topai Wasior digelar oleh Yayasan Maneta Tanda Topo. Meski baru pertama kali dilaksanakan di Wondama, lomba anyam rambut ala Papua itu mendapatkan respon yang cukup baik.

Sedikitnya 34 remaja puteri yang sebagian besar merupakan pelajar SMP tampak antusias mengikuti kegiatan ayam rambut yang sudah dikategorikan sebagai seni budaya lokal Papua itu.

Ketua Yayasan Maneta Tanda Topo Eka Wosiri menjelaskan, lomba anyam rambut ala Papua dilaksanakan dalam rangka menumbuhkembangkan kreativitas generasi muda Papua di Wondama khususnya remaja puteri.

Melalui lomba itu diharapkan kaum perempuan asli Papua di Wondama bisa menyadari bahwa menganyam rambut yang sudah menjadi kebiasaan umum kaum perempuan Papua bisa dikembangkan menjadi sebuah karya seni yang membanggakan.

Baca Juga :   Salut ! Prajurit Satgas 136/TS Pos Rasiei Bagikan Sayuran Hasil Kebun Sendiri Juga Alkitab ke Warga

Dengan begitu, kaum perempuan Papua bisa semakin termotivasi untuk terus mengasah keterampilan menganyam rambut sehingga bisa menghasilkan tampilan rambut yang lebih indah dan menarik.

“Ini menjadi wadah untuk anak-anak muda menyalurkan minat dan bakat dan jati diri khususnya jati diri sebagai perempuan Papua. Jadi ini anak-anak muda kita perlu kita bina melalui kegiatan yang positif,”ujar Eka yang juga menjabat Kepala Dinas Sosial Kabupaten Teluk Wondama.

Ketua Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kabupaten Teluk Wondama Ny. Iche Pabutungan yang tampil membuka kegiatan itu mengapresiasi pelaksanaan lomba anyam rambut ala Papua.

Menurutnya lomba tersebut merupakan sesuatu yang positif khususnya dalam rangka membangun kepercayaan diri para perempuan asli Papua.

“Orang Papua itu eksotis, cantik. Jadi saya pesan rambut itu sudah bagus, tidak perlu lagi dikasih lurus (rebonding). Harus dipertahankan, jaga warisan jaga budaya yang sudah ada,”pesan Iche.

Baca Juga :   Kisah Wawan, Tukang Ojek yang Dapat Motor Honda Verza dari Vaksinasi Covid-19 di Wondama : Awalnya Takut Divaksin Karena Percaya Hoax

Isteri Wakil Bupati Teluk Wondama itu berharap lomba anyam rambut ala Papua bisa kembali dilakukan di waktu-waktu mendatang sehingga lebih banyak lagi kreativitas yang muncul.

“Ini sungguh luar biasa. Semuanya bagus-bagus, semuanya cantik-cantik. Saya minta yayasan bisa bekerja sama dengan organisasi perempuan di Wondama untuk bikin lomba serupa. Supaya ke depan mungkin ada model lain lagi,”ujar Iche. (Nday)

Pos terkait