Wow! Banyak Guru Honorer di Wondama Tidak Masuk Dapodik dan Tidak Aktif Namun Tetap Dapat Gaji

  • Whatsapp

WASIOR – Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (DPPO) Kabupaten Teluk Wondama, Papua Barat mendapatkan ada puluhan hingga ratusan guru honorer yang tidak terdaftar dalam data pokok pendidikan (Dapodik) juga yang sudah tidak aktif namun tetap rutin dibayarkan honor atau upahnya.

Sekretaris DPPO Lapada La Anak Gunung mengungkapkan pihaknya mencatat sedikitnya 88 guru honorer yang tidak masuk dapodik dan sekitar 13 guru honorer yang sudah tidak aktif bertugas namun masih tetap dibayarkan upahnya.

Namun Lapada tidak menjelaskan siapa yang mengambil maupun bagaimana proses sampai upah bagi guru honorer yang sudah tidak aktif itu bisa dicairkan.

“Ini akan kami benahi karena kami juga tidak mau masuk ke Kampung Ambon (Lapas Kampung Ambon di Manokwari).
Jadi kepada bapak ibu kepala sekolah tolong koordinasi dengan operator dapodik. Yang sudah tidak ada, sudah tidak aktif guru honorernya akan kami coret dan kami keluarkan SK baru, “ kata Lapada pada saat musrenbang distrik Wasior, baru-baru ini di Wasior.

Baca Juga :   Perindo Pertimbangkan Opsi Dukung Petahana atau Bikin Poros Baru

Sebelumnya Kepala Sekolah SDN Wondamawi Rudi Worisio minta Dinas Pendidikan menerbitkan SK Bupati bagi guru-guru honorer yang selama ini telah bertugas agar bisa mengurus NUPTK (Nomor Unik Pendidikn dan Tenaga Kependidikan).

Adapun NUPTK menjadi syarat bagi guru honorer supaya bisa mendapatkan upah dari sekolah menggunakan dana BOS. Hal itu menindaklanjuti kebijakan Mendikbud Nadiem Makarim yang memperbolehkan sekolah membelanjakan 50 persen dana BOS untuk menggaji guru honorer.

“Ada sebagian besar guru honorer yang belum dibayar oleh Pemda yang harus diselesaikan pihak sekolah. Jadi kami harap Dinas Pendidikan agar yang belum dapat SK Bupati agar secepatnya SK bupati dikeluarkan dan selanjutnya ditindaklanjuti ke sekolah-sekolah yang bersangkutan sehingga dimanfaatkan untuk bayar dengan dana BOS, “ kata Worisio. (Nday)

Pos terkait