MANOKWARI, kabartimur.com – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Papua Barat dan Papua Barat Daya bersama Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Papua Barat menggelar kegiatan SAKINAH (Santri Cakap Literasi Keuangan Syariah) sebagai bagian dari rangkaian Gebyar Ramadan Keuangan Syariah (GERAK Syariah) 2026 di Provinsi Papua Barat.
Kegiatan yang berlangsung di Masjid Baitul Hikmah, Distrik Aimasi, Jumat, tersebut diikuti lebih dari 550 santri dan tenaga pengajar dari Pondok Pesantren serta MTs Negeri di wilayah Aimasi, Kabupaten Manokwari.
Program ini menjadi langkah strategis OJK dalam menanamkan pemahaman pengelolaan keuangan sesuai prinsip syariah sejak usia dini.
Kepala OJK Provinsi Papua Barat dan Papua Barat Daya, Budi Rahman, mengatakan bahwa momentum bulan suci Ramadan merupakan waktu yang tepat bagi masyarakat untuk semakin mengenal dan memanfaatkan produk serta layanan keuangan syariah.
“Momentum Ramadan yang penuh kebaikan ini menjadi saat yang tepat bagi masyarakat untuk lebih mengenal dan menggunakan produk serta layanan keuangan syariah agar ibadah yang kita lakukan selama bulan Ramadan menjadi lebih berkah,” ujar Budi.
Ia menambahkan, keterampilan dalam mengelola keuangan selama Ramadan hingga menjelang Lebaran menjadi hal penting yang perlu terus disampaikan kepada masyarakat guna mendukung tercapainya kesejahteraan finansial.
“Melalui kepemilikan rekening SimPel iB, para santri diharapkan dapat membangun budaya menabung sejak dini serta mengelola keuangan secara bijak sesuai prinsip syariah,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Pondok Pesantren Darussalam Manokwari, Maftukhin, menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan kegiatan tersebut. Menurutnya, kegiatan ini tidak hanya memberikan wawasan kepada para santri, tetapi juga kepada guru dan masyarakat di lingkungan pesantren mengenai kemudahan akses layanan keuangan syariah.
Ia juga menilai edukasi tersebut penting sebagai bekal dalam kehidupan sehari-hari, khususnya dalam mengelola keuangan sesuai prinsip syariah.
Hal senada disampaikan Kepala Bidang Pendidikan Islam Kanwil Kementerian Agama Provinsi Papua Barat, Rofiul Amri. Ia berharap kegiatan edukasi keuangan syariah dapat terus dilaksanakan secara berkala guna meningkatkan pemahaman pelajar terhadap sistem keuangan syariah.
Menurutnya, hal tersebut juga membuka peluang bagi pelajar di Papua untuk bersaing dengan pelajar dari daerah lain dalam berbagai kompetisi terkait ekonomi dan keuangan syariah.
Sebagai bentuk komitmen dalam meningkatkan inklusi keuangan, kegiatan ini juga dirangkaikan dengan pembukaan 500 rekening SimPel iB bagi santri Pondok Pesantren Darussalam Manokwari serta pelajar MTs Negeri di Distrik Aimasi.
OJK menyatakan akan terus memperluas program literasi dan inklusi keuangan ke berbagai segmen masyarakat, termasuk pelajar dan pelaku UMKM, guna mendukung terwujudnya masyarakat yang lebih sejahtera, berdaya, dan terlindungi dalam memanfaatkan produk serta layanan jasa keuangan. (*)






