SMP di Wondama Ini Tak Punya Toilet, Guru dan Siswa Terpaksa Buang Hajat di Hutan

  • Whatsapp

WASIOR – Sudah lebih kurang 6 tahun SMP Negeri Diopui di Distrik Rasiei, Kabupaten Teluk Wondama beroperasi. Namun sekolah tersebut belum juga memiliki toilet atau WC. Jika ingin buang air kecil maupun besar, para guru dan muridpun terpaksa pergi ke hutan di sekeliling sekolah.

“Tidak ada jamban atau WC jadi kalau buang air harus ke hutan. Saya sudah bicara dengan kepala sekolah ini yang prioritas jadi perlu segera dibangun WC dan air. Jangan sampai anak-anak dan guru-guru lari ke hutan. Ini kan tidak bagus dan juga risiko, “ ucap anggota DPRD Kabupaten Teluk Wondama Markus Webori di kantor dewan di Isei, Senin.

Anggota DPRD dari dapil II yang wilayahnya meliputi distrik Rasiei ini merasa cukup prihatin dengan kondisi SMPN Diopui. Selain belum ada toilet, sekolah ini juga belum terhubung dengan jaringan air bersih dan listrik. Alhasil meski sudah ada rumah guru namun tidak ada guru yang bersedia menetap.

Baca Juga :   Logistik Sudah Tersalur ke TPS, KPU Wondama Nyatakan Siap Laksanakan Pemilu Serentak

“Saya sudah minta (dinas pendidikan) agar dipasang air dari kali baru nanti disambung ke sekolah pakai dana BOS tapi saya cek sampai sekarang belum dibangun. Penerangan juga tidak ada jadi kalau malam gelap baru sekolah dikelilingnya hutan semau jadi kalau tidak ada air dan penerangan mana mungkin guru-guru mau tinggal di situ, “ ujar Webori.

Dia mengaku sudah menyampaikan kondisi SMPN Diopui kepada Dinas Pendidikan agar bisa secepatnya ditindaklanjuti. Termasuk mendorong agar PLN memasang jaringan listrik ke sekolah itu.

“Dalam musrenbang (musrenbang distrik Rasiei tahun 2020) saya sudah sampaikan juga supaya ini prioritas. Tiga itu, WC, air dan penerangan (listrik). Kalau tidak bisa tahun ini berarti tahun 2021 harus dijawab karena sekolah itu penting untuk masa depan anak-anak kita, “ kata politisi Partai Golkar ini.(Nday)

Baca Juga :   293 CPNS K-2 Pemkab Wondama Ikut Diklat Prajabatan Mulai Hari Ini

Pos terkait