WASIOR, Kabartimur.com – Satuan Lalu Lintas (Sat Lantas Lintas) Polres Teluk Wondama, Papua Barat mencatat 33 kecelakaan lalu lintas (laka lantas) terjadi sepanjang tahun 2025 di mana sebagian besar disebabkan oleh kelalaian pengendara akibat dipengaruh minuman beralkohol atau minuman keras (miras).
Kasat Lantas Polres Teluk Wondama Iptu MR.Prabowo menuturkan, selain pengendara dipengaruhi miras, laka lantas di Teluk Wondama juga disebabkan hewan/binatang piaraan terutama anjing yang dibiarkan bebas berkeliaran.
Satlantas mencatat sedikitnya ada belasan kali laka lantas di kota Wasior dan sekitarnya terjadi disebabkan pengendara menghindari atau menabrak anjing dengan salah satu kasus mencebabkan korban kehilangan nyawa.
“Penyebab (laka lantas) umumnya kelalaian manusia sendiri karena mabuk juga karena hewan piaraan yang tidak dikurung dan tidak dikandangkan sehingga menyebabkan terjadi laka tunggal. Karena pengendara tidak lihat, rem kaget sehingga terjadi kecelakaan, “ungkap Iptu Prabowo di Kantor Samsat di Rasiei, baru-baru ini.
Kasus laka lantas akibat hewan piaraan dalam tiga tahun terakhir menunjukkan tren meningkat.
Karena itu, Satlantas berharap Pemerintah Daerah membuat aturan yang mewajibkan agar hewan piaraan milik warga yang bermukim di sekitar jalan utama agar dikandangkan sehingga tidak menjadi pemicu kecelakaan lalu lintas.
“Kami sudah sampaikan kepada Pemda melalui Bapak Sekda dan disampaikan bahwa nanti akan dibuatkan edaran untuk penertiban hewan piaraan. Kami harapkan hal ini bisa dijalankan agar hewan piaraan tidak memicu kecelakaan di jalan, “kata Prabowo.
Satlantas juga mengimbau para orang tua agar mengawasi anak-anak dan remaja khususnya para pelajar SMP dan SMA/SMK yang sering kali menggunakan kendaraan meski masih di bawah umur.
Prabowo mengatakan beberapa kali kasus laka lantas dengan korban luka berat hingga meninggal dunia, pengendaranya adalah anak di bawah umur berstatus pelajar.
“Kami imbau anak di bawah umur tidak membawa kendaraan. Harap orang tua bisa mengantar saja atau naik ojek karena anak di bawah umur secara mental mereka belum siap atau belum dewasa (sehingga belum memiliki pemahaman yang baik), “sebut Prabowo.
Guna menekan angka laka lantas, lanjut Prabowo, langkah yang dilakukan adalah dengan terus melaksanakan operasi lalu lintas melalui razia dengan tujuan untuk meningkatkan budaya tertib berlalu lintas.
“Sebab pengalaman selama ini kalau kita lakukan giat (razia) maka laka lantas itu turun. Tapi kalau kita tidak lakukan giat itu laka lantas biasanya naik. Sasaran utama kita adalah pembinaan untuk menggunakan helm, mengurus SIM, bayar pajak dan menertibkan pengendara yang ugal-ugalan, “ ucap perwia muda ini. (Nday)







