Pelayanan Kesehatan Terganggu, Puskesmas Perawatan Subaim Kekurangan Dokter

HALTIM, kabartimur.com – Warga Kecamatan Wasile, Kabupaten Halmahera Timur, mengeluhkan terganggunya pelayanan kesehatan di Puskesmas Perawatan Subaim akibat ketiadaan dokter yang bertugas. Kondisi ini dinilai sangat menghambat masyarakat dalam memperoleh layanan medis, terutama bagi pasien yang membutuhkan pemeriksaan lanjutan dan penanganan dokter.

Salah seorang warga, Ardian, mengungkapkan bahwa ibunya yang menderita sakit lambung sempat dibawa ke Puskesmas Subaim sejak Senin malam hingga Selasa siang. Namun, selama berada di puskesmas, pasien tidak mendapatkan pemeriksaan dokter karena hanya dilayani oleh perawat.

“Kami datang berharap bisa diperiksa dokter, tetapi ternyata tidak ada dokter yang bertugas. Kalau sakitnya agak parah, kami bingung harus ke mana,” ujarnya, Selasa (13/1/2026).

Keluhan serupa juga disampaikan warga lainnya, Siti Khodifa. Ia mengatakan anaknya telah dirawat di puskesmas selama dua hari, namun keterbatasan pelayanan akibat ketiadaan dokter membuat pemeriksaan penyakit tidak maksimal.

Baca Juga :   Fraksi Merah Putih DPRD Haltim Minta Pemda Agar Dana DAK Pada Dinkes Direalisasikan

“Tidak semua masyarakat mampu pergi ke rumah sakit. Puskesmas ini menjadi harapan utama kami, terutama bagi masyarakat kurang mampu,” katanya.

Menanggapi keluhan tersebut, Kepala Subbagian Tata Usaha Puskesmas Perawatan Subaim, Irham Wahap, membenarkan bahwa saat ini puskesmas tersebut tidak memiliki dokter yang bertugas.

Ia menjelaskan, sebelumnya terdapat seorang pasien dengan kondisi sesak napas yang harus segera dirujuk ke rumah sakit. Namun, proses rujukan sempat terkendala karena tidak ada dokter yang dapat menandatangani surat rujukan.

“Kami terpaksa menghubungi Puskesmas Dodaga untuk membantu pembuatan surat rujukan, karena surat tersebut wajib ditandatangani dokter, sementara di Puskesmas Subaim tidak ada dokter,” jelas Irham.

Irham mengungkapkan, Puskesmas Perawatan Subaim sejatinya memiliki dua dokter. Dokter Rafit mengajukan cuti sejak 15 Desember 2025 untuk mendampingi istrinya melahirkan. Namun, karena persalinan dilakukan di kampung halaman istrinya di Kalimantan, masa cuti diperpanjang hingga 15 Januari 2026. Hingga kini, surat cuti tersebut belum diterbitkan secara resmi oleh Dinas Kesehatan Halmahera Timur.

Baca Juga :   Dinas Pendidikan Papua Barat Serahkan 118 Unit Randis  Untuk Sorong Raya dan Raja Ampat

Sementara itu, dokter kedua, dr. Irsan, diketahui telah berakhir masa kontraknya pada 31 Desember 2025. Akibatnya, sejak 1 hingga 13 Januari 2026, Puskesmas Perawatan Subaim tidak memiliki dokter sama sekali. Pihak puskesmas mengaku telah menyampaikan kondisi tersebut kepada Dinas Kesehatan dua hari sebelum masa kontrak berakhir, guna meminta penempatan dokter pengganti.

“Dinas sempat mengeluarkan nota dinas yang menugaskan dr. Titin dari Puskesmas Wasile Timur. Surat tugas sudah kami terima dan kami juga sudah berkomunikasi. Namun, yang bersangkutan menyampaikan keberatan karena sudah kewalahan melayani di Puskesmas Dodaga dan baru selesai menjalani opname,” ungkapnya.

Ia menambahkan, persoalan kekosongan dokter ini juga telah dilaporkan kepada Sekretaris Dinas Kesehatan Halmahera Timur. Namun hingga saat ini, belum ada tindak lanjut atau respons resmi.

Irham berharap pemerintah daerah segera mengambil langkah konkret untuk mengatasi kekosongan tenaga dokter di Puskesmas Perawatan Subaim, baik melalui kontrak daerah maupun penempatan tenaga kesehatan melalui program Nusantara Sehat.

Baca Juga :   Pasangan Ubaid Anjas Ditetapkan Sebagai Bupati dan Wakil Bupati Halmahera Timur Terpilih Dalam Pilkada Tahun 2024

“Harapan kami, dalam waktu dekat ada solusi agar pelayanan kesehatan dasar di Puskesmas Subaim dapat kembali berjalan optimal dan merata,” pungkasnya. (*)

Penulis: Aples

Pos terkait