Pasca Banjir, PMI Wondama Edukasi Warga Jaga Kebersihan Kali dan Mata Air

  • Whatsapp

MANOKWARI – Relawan Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Teluk Wondama kembali turun lapangan membantu masyarakat kota Wasior pasca banjir yang melanda daerah itu 23 Desember lalu.

Sabtu pagi, pengurus PMI Teluk Wondama menggelar penyuluhan kesehatan kepada masyarakat terdampak banjir di kota Wasior tepatnya di Kampung Wasior II atau yang biasa dikenal dengan Waskam alias Wasior Kampung.

Kegiatan itu bertujuan mengedukasi warga setempat untuk selalu menjaga kebersihan lingkungan terutama kebersihan sungai/kali juga mata air yang ada di wilayah setempat.

“Kita sampaikan kepada masyarakat agar menjaga kebersihan kali dan melestarikan mata air di Waskam. Itu sebagai sumber air saat sumur-sumur di daerah itu kering baik untuk minum maupun mandi. Saat banjir kemarin daerah itu tergenang sama lumpur, “ jelas dr Yoce Kurniawan selaku Sekretaris PMI Teluk Wondama via telepon dari Wasior.

Baca Juga :   Satgas Dana Desa Hadir, Transparansi Mulai Meningkat

“Kita sampaikan supaya tidak buang sampah sembarangan. Kita punya slogan: lihat, pungut, bawa dan buang, “ ujar Yoce.

Sebelumnya pada Jumat (3/1), relawan PMI telah melakukan kerja bakti membersihkan mata air yang selama ini menjadi sumber air baku warga setempat.

“Tadi saat penyuluhan kita sampaikan mandi dijaga, jangan mereka mandi terus air sabunnya itu meresap kembali. Kan ada kandang babi juga di situ jadi kita sampaikan kalau bisa kandang babinya di relokasi, “ lanjut Yoce yang juga Direktur RSUD Teluk Wondama.

Dalam kesempatan itu, PMI juga menyerahkan bantuan ‘hygiene kit’ sebanyak 100 paket yang berisi sikat gigi, pasta gigi, sabun dan lainnya kepada warga setempat yang diterima oleh Lurah Wasior.

“Rencana sebentar sore kita (kembali) membersihkan kawasan pelabuhan. Sudah ada mobil tangki dan alkon tapi sementara ini mobil tangki (tangkir air bantuan PMI Papua Barat) sedang mengantar air bersih ke rumah warga, “ sebut Yoce dan menambahkan relawan PMI akan terus menggelar bakti sosial hingga masa transisi darurat berakhir pada 13 Januari mendatang.

Baca Juga :   Satu Pasien Positif Covid di Wondama Tunawicara, Gugus Tugas Kesulitan Lakukan Tracing

Seperti diketahui, banjir yang menerjang kota Wasior pada 23 Desember lalu dipicu meluapnya sungai/kali Anggris. Musibah itu mengakibatkan sedikitnya 66 bangunan milik warga dan fasilitas pemerintah mengalami rusak ringan hingga berat karena terendam lumpur tebal dan dihantam material bawaan banjir lainnya.

Meskipun tak ada korban jiwa, banjir yang kembali berulang setelah 2010 dan 2013 itu membuat banyak warga dihantui trauma mendalam. (Nday)

Pos terkait