Manokwari, kabartimur.com – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Papua Barat dan Papua Barat Daya resmi memulai rangkaian kegiatan Gebyar Ramadan Keuangan Syariah (GERAK Syariah) 2026 sebagai bagian dari kampanye nasional untuk meningkatkan literasi dan inklusi keuangan syariah secara masif dan merata, khususnya di wilayah Papua Barat dan Papua Barat Daya.
Kegiatan diawali dengan Edukasi Santri Cakap Literasi Keuangan Syariah (SAKINAH) kepada santri dan tenaga pendidik di Pondok Pesantren Nurul Jannah, Manokwari, Rabu (25/2). Program ini menjadi langkah strategis OJK dalam menanamkan pemahaman pengelolaan keuangan sesuai prinsip syariah sejak usia dini.
Mewakili Kepala OJK Provinsi Papua Barat dan Papua Barat Daya, Manajer Madya Pengawasan Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, dan Perlindungan Konsumen serta Layanan Manajemen Strategis, Stella Martje, menegaskan bahwa literasi keuangan perlu dibangun sejak bangku sekolah sebagai fondasi pembentukan karakter yang disiplin dan mandiri.
Menurut Stella, Program Simpanan Pelajar Syariah (SimPel iB) menjadi sarana strategis bagi santri untuk mengenal dan memanfaatkan layanan keuangan syariah secara langsung. Melalui kepemilikan rekening tersebut, santri diharapkan mampu membangun budaya menabung serta mengelola keuangan secara bijak sesuai prinsip syariah.
Kepala Pondok Pesantren Nurul Jannah, Muhammad Rizqi Fauzi, menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan kegiatan tersebut. Ia menilai program ini tidak hanya memberikan wawasan kepada santri, tetapi juga kepada guru dan masyarakat di lingkungan pesantren mengenai kemudahan akses produk dan layanan keuangan syariah, serta pentingnya pengelolaan keuangan sesuai prinsip syariah sebagai bekal dalam kehidupan sehari-hari.
Sebagai bentuk komitmen peningkatan inklusi keuangan, kegiatan tersebut juga dirangkaikan dengan pembukaan 60 rekening SimPel iB bagi santri Pondok Pesantren Nurul Jannah.
Rangkaian GERAK Syariah 2026 akan berlangsung hingga 13 Maret 2026 dengan dua program utama, yakni KOLAK (Kajian dan Obrolan Seputar Keuangan Syariah) dan KURMA (Kompetisi Keuangan Syariah di Bulan Ramadan).
Program KOLAK mencakup webinar edukasi, Ramadan Smart Insight melalui media sosial OJK, Ramadan Series dalam bentuk kampanye digital video edukatif, program SAKINAH, serta Forum Edukasi dan Temu Bisnis Keuangan Syariah (FEBIS). Forum tersebut memadukan edukasi keuangan dengan sesi temu bisnis dan berbagi pengalaman bagi pelaku usaha, santri, mahasiswa, dan pemangku kepentingan lainnya untuk mendorong pengembangan usaha berbasis syariah.
OJK menegaskan komitmennya untuk terus memperluas dan memperkuat program literasi dan inklusi keuangan ke berbagai segmen masyarakat, termasuk pelajar dan pelaku UMKM, guna mendukung terwujudnya masyarakat yang lebih sejahtera, berdaya, dan terlindungi dalam memanfaatkan produk serta layanan jasa keuangan. (*)






