Manokwari, kabartimur.com- TOLABEMA menggagas sebuah forum yang dapat menggali lebih dalam makna dan filosofi yang terkandung pada Rumah Adat Tradisional Tongkonan dan Rumah Kaki Seribu sehingga Masyarakat umum terutama generasi muda dapat lebih memahami nilai-nilai warisan leluhur dan menerapkanya atau melestarikan dalam kehidupan sehari-hari.
TOLABEMA artinya Toraja Lahir Besar Manokwari Adalah perkumpulan masyrakat Keturunan Toraja yang lahir atau menetap di kota Manokwari dan merupakan bagian dari Ikatan Keluarga Toraja ( IKT).

Ketua Panitia Seminar Budaya, Dhini Hary Padjala menjelaskan bahwa kegiatan yang akan dilaksanakan dalam bentuk forum dikemas dalam sebuah seminar Budaya Nasional yang bertajuk Pelestarian Rumah Adat Tradsional sebagai warisan Budaya yang akan berlangsung di Tongkonan Sangulelena Sangtorayan Manokwari dengan menargetkan peserta sebanyak 50 pada Sabtu, (30/8/2025).
Dhini menyebut, Kegiatan seminar Akan dilakukan selama 1 hari dan akan dibagi dalam 3 sesi dengan melibatkan 5 orang pemateri dimana sesi pertama mengenai pengenalan dan pemahaman tentang Rumah Adat Tradisional Suku Arfak ( Rumah Kaki Seribu oleh DR. George Mentansan S, Sos, M.Hum wakil rector II UNIPA yang juga merupakan Akademisi dan peneliti Budaya dan Pengenalan tentang Rumah Adat Tradisonal suku Toraja ( Tongkonan) oleh pendeta DR. Sulaiman Manguling M.Th.
Sesi II akan diisi oleh Pengejawantahan Rumah adat Tradisional dalam sudut pandang Arsitektural oleh ketua dan wakil ketua Ikatan Arsitek Indonesia (IAI) Papua Barat.
Dan sesi III akan diisi mengenai Decoding unsur-unsur budaya pada rumah adat tradisional sebagai Upaya penerapan pelestarian Warisan leluhur dalam era digitaliasasi oleh Vande Leonardo, asisten Peneliti Bandung Fe Institue yang juga Ketua Dewan Pengawas dan Ekspeditor Sobat budaya.
“Diakhir sesi akan diisi dengan Focus Group Discusion ( FGD) yang membahas potensi keberlanjutan seminar setelah para peserta menyerap semua materi yang didapat dan aksi relevan apa yang dapat dilakukan terkait Upaya pelestarian Budaya” Terang DhinDhi

Pada kesempatan yang sama , Ketua TOLABEMA Ronald Ampulembang menjelaskan bahwa kegiatan seminar lebih difokuskan kepada ke generasi agar bisa mengetahui budaya leluhur untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari dan tidak melupakan filosofi rumah Tongkonan dan filosofi Rumah Kaki Seribu.

Senada, Ketua IKT Manokwari, Appy Pakilaran menyampaikan ucapan terimah kasih dan apresiasi kepada TOLABEMA atas rencana kegiatan seminar Budaya yang akan dilaksanakan dalam waktu dekat dan berharap pelaksanaan kegiatan ini dapat berjalan dengan baik serta bermanfaat bagi banyak orang terlebih khusus akan membawa dampak positif bagi generasi muda untuk memiliki pemahaman tentang makna dan filosofi rumah adat tradisional dan informasi tersebut akan dibagikan secara turun temurun kepada generasi berikutnya dan informasi ini tetap berkelanjutan dan tidak hilang.

Sementara itu, salah satu pemateri seminar Pdt DR. Sulaiman Manguling menyampaikan bahwa melalui seminar ini diharapkan nantinya ada tidaklanjut positif yang bisa menginspirasi sebagai ungkapan Syukur untuk menjadi berkat di Tanah Papua.
Sulaiman mengungkapkan bahwa salah satu yang telah dilakukan olehnya Adalah menjadi orangtua asuh bagi anak-anak papua dengan memberikan dan memfasilitasi Pendidikan yang layak.
Untuk proses pembinaan dan adapatasi bagi anak-anak Papua yang telah dibimbing kata Sulaiman tidaklah semudah membalikan telapak tangan namun alhasil berkat ketekunan dan ketulusan menjadikan mereka sebagai anak sendiri,Anak Asuh bisa menempuh jenjang pendidikan sampai ke perguruan tinggi dengan hasil yang memuaskan dan mampu membuktikan dengan prestasi yang diraih. (Red/*)