Lestarikan Budaya dan Dorong UMKM, Yayasan Aderi Perempuan Papua Gelar Pelatihan Pembuatan Tifa

Manokwari, Kabartimur.com – Yayasan Aderi Perempuan Papua menggelar pelatihan pembuatan alat musik tradisional Tifa bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Orang Asli Papua (OAP). Kegiatan ini berlangsung di Billy Jaya Hotel, Jalan Merdeka, Kelurahan Padarni, Manokwari, Sabtu (7/2/2026).

Pelatihan tersebut dibuka langsung oleh Ketua Yayasan Aderi Perempuan Papua, Laurina Waroi, dan diikuti puluhan peserta. Hadir sebagai narasumber sekaligus pelatih, seniman asal Manokwari, Selemus Rerey, bersama pendampingnya.

Dalam laporannya, Laurina Waroi menyampaikan bahwa pelatihan pembuatan Tifa merupakan bentuk komitmen yayasan dalam menjaga dan melestarikan warisan budaya leluhur Papua agar tidak hilang ditelan zaman.

Ia menjelaskan, proses pembuatan Tifa membutuhkan waktu sekitar satu minggu, mulai dari pemilihan bahan kayu, proses pelubangan, hingga pengukiran motif khas Papua yang memerlukan ketelitian serta dedikasi tinggi.

Baca Juga :   Fajar Fathurahman Top Skor Sea Games 2023, Dapat Bonus 100 Juta dari Pemda Manokwari

“Harapannya, Tifa yang dihasilkan tidak hanya memiliki suara yang merdu, tetapi juga mengandung nilai persaudaraan dan semangat pantang menyerah. Keahlian ini diharapkan dapat terus diwariskan kepada generasi muda Papua,” ujar Laurina.

Menurutnya, bahan utama pembuatan Tifa antara lain kayu lenggua atau merbau, kulit rusa atau soa-soa, serta motif dan ukuran yang disesuaikan dengan suku di Tanah Papua. Adapun peralatan yang digunakan meliputi pisau besar, pisau kecil, dan amplas.

Laurina berharap para peserta dapat mendalami proses pembuatan Tifa secara serius dan mengembangkan kreativitas untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia serta mendorong pertumbuhan UMKM.

Selain bernilai budaya, Tifa juga memiliki nilai ekonomi yang cukup tinggi. Harga jual Tifa bervariasi sesuai ukuran, di antaranya ukuran 40 sentimeter berkisar Rp350.000 hingga Rp400.000, sedangkan ukuran 80 sentimeter dapat mencapai Rp800.000. Alat musik tradisional ini juga dapat disewakan untuk berbagai kegiatan adat dan budaya.

Baca Juga :   Covid19, Keluarga Dominggus Mandacan Bagikan Paket Bingkisan Kasih Kepada Warga yang Tidak Produktif

Pantauan Kabartimur.com, para peserta dibimbing langsung oleh narasumber dalam setiap tahapan pembuatan Tifa. Peserta dibagi ke dalam beberapa kelompok dan terlihat antusias serta kompak bekerja secara tim selama pelatihan berlangsung. (Red/*)

Pos terkait