Korban Keguguran Saat Operasi Judi Sabung Ayam di Tombang Langda Mendatangi Mapolres Torut

Toraja Utara, Kabartimur.com— Didampingi Suaminya (R. Sudarso), Fatimah seorang ibu yang keguguran saat operasi judi sambung ayam di Tombang Langda beberapa waktu lalu mendatangi markas polres Toraja Utara Rabu (3/4), Selain suaminya, ia juga ditemani adik iparnya (Espa). Espa merupakan adik ipar korban yang saat itu menemani Fatima ke rumah sakit Elim Rantepao saat mengalami pendarahan.

Kepada wartawan, Fatima mengaku bahwa kehadiran mereka ke Polres Toraja Utara untuk melaporkan kejadian serta perlakuan yang dialaminya saat terjadi operasi judi sabung ayam di sekitar rumah tempat ia tinggal.

Sayangnya, Meski mereka sudah diterima oleh Petugas namun kehadiran mereka tidak menghasilkan sebuah kepastian, apakah melapor atau tidak sebab tidak mendapatkan surat bukti bahwa apakah sudah melapor atau belum, sang suami yang mendampingi Fatima saat berada di ruang provos mengaku untuk diarahkan ke Provos Polda Sul-Sel.

Baca Juga :   Satu Nyawa Tak Berdosa Hilang Pada Operasi 303 Kecamatan Sopai Toraja Utara

Saat hendak dimintai keterangan, AIPDA Mozes Tambing yang menerima pasangan suami istri itu enggan untuk memberikan komentar. Begitu juga kasi Propam Polres Toraja Utara Iptu Damianus yang tidak bisa memberikan keterangan karena mengaku tidak melakukan pemeriksaan.

Seperti yang telah diberitakan sebelumnya bahwa, Operasi Judi Sabung oleh Polda Sulawesi Selatan di Lembang Tombang Langda kecamatan Sopai Toraja Utara beberapa waktu lalu tersebut juga melibatkan satuan Brimob. Menurut warga yang berada di Sekitar bahwa pelaku judi sabung ayam lari berhamburan setelah mendengar rentetan bunyi senjata. Alhasil Operasi Judi Sabung ayam ini berhasil mengamankan puluhan Warga, jumlah pelaku yang diamankan ada dua versi yakni Versi kanit Resmob Polda Sulsel Kompol Bemmy Pornika yang menyebut 37 orang pelaku diamankan dan Versi Kabid Humas Polda Kombespol Didik Supranoto yang menyebutkan bahwa mereka mengamankan 35 orang tersangka.

Baca Juga :   Buntao' Masih Mencekam, Titik Longsor Bertambah, Sekitar 30 KK Diungsikan Sementara

Sejumlah pihak menilai bahwa operasi judi sabung ayam tersebut sangat sukses, namun Naasnya dibalik kesuksesan tersebut terdapat satu nyawa yang tidak berdosa hilang, mengaku kaget karena mendengar rentetan bunyi senjata serta kepanikan yang dialami setelah itu membuat salah satu ibu Rumah Tangga Fatima harus mengalami keguguran, Janin yang sudah berbumur 3 bulan lebih terpaksa tidak bisa diselamatkan.

Setelah menjalani perawatan di Ruma Sakit Elim Rantepao, Fatima yang mengaku mendapatkan perlakukan yang menurutnya tidak manusiawi dari pasukan saat melakukan saat melakukan operasi judi sabung ayam itu mendatangi Mapolres Toraja Utara untuk melaporkan kejadian yang dialaminya, sayangnya hingga kembalinya dari mapolres Ibu dari 3 anak tersebut mengaku tidak menemui kepastian. * Matius/Soetanto)

Pos terkait