Ketuban Pecah Dini, Peserta JKN di Manokwari Bersalin Aman Tanpa Beban Biaya

Manokwari, kabartimur.com- Kepanikan sempat dirasakan Ninah (33), warga Manokwari, saat mengalami ketuban pecah dini pada usia kehamilan yang belum cukup bulan. Kondisi tersebut memaksanya segera mendapatkan penanganan medis di rumah sakit demi keselamatan dirinya dan bayi yang dikandungnya.

Tanpa menunda waktu, Ninah langsung menuju Instalasi Gawat Darurat (IGD) untuk memeriksakan diri. Setelah menjalani pemeriksaan, dokter menyatakan usia kandungannya belum cukup bulan sehingga ia harus menjalani perawatan intensif beberapa hari sebelum proses persalinan dapat dilakukan.

“Awalnya saya panik karena air ketuban pecah sebelum waktu persalinan. Saya langsung ke IGD karena khawatir terjadi hal yang tidak diinginkan. Setelah diperiksa, dokter menyampaikan kandungan saya belum cukup bulan dan harus dirawat terlebih dahulu,” ujar Ninah.

Ninah merupakan peserta Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang terdaftar pada segmen Penerima Bantuan Iuran (PBI) Pemerintah Daerah. Selama menjalani perawatan hingga persalinan, seluruh biaya layanan kesehatan ditanggung sesuai ketentuan program tersebut.

Baca Juga :   Thamrin Payapo: Penentuan Anggota Pansel DPR Papua Barat Kewenangan Mendagri

Ia mengaku mendapatkan pelayanan yang baik dari tenaga medis. Obat-obatan, vitamin, hingga tindakan medis yang diperlukan selama perawatan tidak dipungut biaya tambahan.

“Pelayanan dari dokter dan perawat sangat baik. Semua obat dan kebutuhan selama dirawat ditanggung, jadi saya tidak perlu mengeluarkan biaya. Ini sangat membantu keluarga kami,” katanya.

Program JKN yang diselenggarakan BPJS Kesehatan memberikan jaminan pelayanan kesehatan komprehensif, mulai dari pemeriksaan kehamilan, persalinan sesuai indikasi medis, hingga perawatan pascapersalinan. Kehadiran program ini dinilai membantu masyarakat, khususnya keluarga dengan keterbatasan ekonomi, agar tetap dapat mengakses layanan kesehatan tanpa terbebani biaya.

Selain manfaat pembiayaan, Ninah juga merasakan kemudahan akses layanan melalui inovasi digital. Ia memanfaatkan Aplikasi Mobile JKN untuk memeriksa status kepesertaan serta memperoleh informasi fasilitas kesehatan.

Ninah berharap Program JKN terus berkelanjutan dan meningkatkan kualitas pelayanan agar semakin banyak masyarakat yang merasakan manfaat perlindungan kesehatan.

Baca Juga :   Nandika Bramantyo Resmi Pimpin DPD REI Papua Barat Periode 2026–2029

“Program JKN sangat membantu. Kami berharap pelayanannya terus ditingkatkan supaya masyarakat makin mudah mengakses layanan kesehatan,” tutupnya. (*)

Pos terkait