Ketua Umum REI Tegaskan Program 3 Juta Rumah Jadi Instrumen Pengentasan Kemiskinan

Manokwari, kabartimur.com – Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat (DPP) Real Estate Indonesia (REI), Joko Suranto, menegaskan bahwa program nasional pembangunan tiga juta rumah yang dicanangkan Presiden RI Prabowo Subianto merupakan instrumen strategis dalam upaya pengentasan kemiskinan di Indonesia.

Hal tersebut disampaikan Joko Suranto dalam arahannya pada kegiatan Musyawarah Daerah (Musda) IV DPD REI Papua Barat yang berlangsung di Manokwari.

Menurut Suranto, Presiden Prabowo menetapkan target pembangunan tiga juta rumah per tahun, masing-masing satu juta unit di kawasan perkotaan, satu juta unit di pedesaan, dan satu juta unit di wilayah pesisir.

Ia menjelaskan, konsep besar program tersebut adalah pengentasan kemiskinan melalui sektor perumahan. Berdasarkan data dan kajian akademis, indikator kesejahteraan masyarakat sangat erat kaitannya dengan kepemilikan rumah yang layak.

“Ketika perumahan dibangun, banyak sektor lain ikut bergerak. Ada sekitar 185 industri turunan yang terdampak langsung. Program ini juga menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar dan berdasarkan riset, sektor properti selalu menyumbang sekitar 0,5 persen terhadap pertumbuhan ekonomi nasional,” jelasnya.

Baca Juga :   Wahid, Mantan Narapidana Yang Mencalonkan Diri Sebagai Anggota DPRD Halmahera Timur

Suranto menegaskan, keberhasilan program tiga juta rumah membutuhkan dukungan dan kolaborasi semua pihak, termasuk pemerintah daerah. Ia menekankan bahwa REI di setiap daerah harus mampu memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan dan pertumbuhan ekonomi daerah.

“Ke mana pun REI berada, harus bisa memberi manfaat dan kontribusi bagi pemerintah daerah dan masyarakat,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Suranto juga menyinggung aturan organisasi terkait masa jabatan kepengurusan. Ia menyebutkan bahwa Ketua DPD REI hanya dapat menjabat maksimal dua periode, sementara untuk tingkat pusat hanya satu periode.

Lebih lanjut, Suranto berharap Musda IV DPD REI Papua Barat dapat melahirkan pendekatan dan gagasan baru seiring dengan pergantian kepengurusan. Menurutnya, perbedaan sudut pandang harus menjadi kekuatan untuk melanjutkan hal-hal baik dan memperbaiki kekurangan yang ada.

“Yang baik kita teruskan dan perbanyak, yang kurang baik kita perbaiki. Budaya saling menyalahkan tidak akan menghasilkan apa-apa,” tegasnya.

Baca Juga :   Praktisi Hukum: Kenapa Wartawan Dijadikan Saksi Sebelum Meminta Pertimbangan Dewan Pers

Ia menambahkan, momentum Musda ini diharapkan mampu memperluas jejaring antar-pelaku usaha, mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, serta meningkatkan kontribusi REI dalam penyediaan rumah layak bagi masyarakat.

“Apa yang kita kerjakan harus memberi manfaat bagi masyarakat, ekonomi, dan menjadi teladan bagi semua,” pungkas Suranto. (Red/*)

Pos terkait