Ketua DPRD dan Bupati Masuk Bursa Ketua DPD, Musda Golkar Teluk Wondama Ditunda

  • Whatsapp

WASIOR – Panitia Musyawarah Daerah (Musda) Partai Golkar Kabupaten Teluk Wondama memutuskan memperpanjang masa penjaringan bakal calon Ketua DPD yang akan memimpin Golkar Wondama periode 2021-2026.

Imbasnya Musda yang sedianya berlangsung pada 18 September di Kota Sorong terpaksa ditunda ke 20 September.

Ketua steering committee Musda Golkar Teluk Wondama Wahyu Rizqi Setyawan mengungkapkan perpanjangan masa penjaringan bakal calon ketua DPD merupakan instruksi langsung dari Ketua DPD Golkar Provinsi Papua Barat Lambert Jitmau.

Hal itu untuk mengakomodir para kader Golkar terbaik di Teluk Wondama untuk ikut bersaing menjadi pemimpin partai berlambang pohon beringin itu untuk periode 5 tahun ke depan.

“Kader-kader terbaik di Teluk Wondama silahkan mendaftar untuk mengikuti pemilihan calon ketua dalam Musda. Ini untuk menjaga kekompakan dan kebersamaan di Golkar,”demikian Jitmau dalam keterangan pers tertulis yang diterima, Sabtu (18/9/2021).

Masa penjaringan bakal calon ketua DPD sendiri diperpanjang sampai dengan menjelang Musda yakni pada 20 September pukul 09.00 WIT.

“Sehingga ini membuka kesempatan bagi siapapun yang ingin maju sebagai calon ketua Golkar Teluk Wondama,” kata Wahyu yang juga Plt Sekretaris DPD Golkar Teluk Wondama.

Adapun dalam masa penjaringan yang dibuka sejak 17 September lalu sebanyak 5 nama telah mengambil formulir pendaftaran. Mereka adalah Fery Auparay, Albert Ayomi dan Yuliana Rumbay.

Bursa calon ketua DPD Golkar Wondama semakin ramai setelah dua pucuk pimpinan di Wondama ikut masuk. Yakni Ketua DPRD Herman Sawasemariai dan Bupati Hendrik Mambor.

Sekedar diketahui, sebagaimana diberitakan sebelumnya, Herman Sawasemariai sebelumnya menolak keras pelaksanaan Musda yang dilangsungkan di Kota Sorong. Sementara Bupati Hendrik Mambor diketahui memenang Pilkada 2020 melalui jalur independent alias nonpartai. (Nday)

Pos terkait