Hendrik Mambor Jadi ‘Mambri’ Marga Besar Mambor, DAP Serukan Pentingnya Menjaga Kelestarian Adat Wondama

WASIOR – Bupati Teluk Wondama Hendrik Mambor, Rabu (31/8) dilantik menjadi Ketua dewan adat marga Mambor.

Mambor  menjadi ‘Mambri’ atau panglima bagi k keluarga besar Mambor di Teluk Wondama juga yang berada di seluruh wilayah Indonesia bahkan di luar negeri selama 5 tahun ke depan.

Pelantikan dan pengukuhan dewan adat marga Mambor dilakukan oleh Ketua Dewan Adat Papua (DAP) Daerah Wondama Adrian Worengga di Kampung Rasiei, Distrik Rasiei.

Pelantikan dilakukan dengan prosesi adat ditandai dengan pemasangan mahkota cenderawasih dan pengalungan noken.

Ikut hadir sebagai saksi Wakil Bupati Andarias Kayukatuy, Kapolres AKBP Yohanes Agustiandaru, Dandim Persiapan Letkol Inf Saheri serta sejumlah pimpinan SKPD.

Dewan adat marga (DAM) sendiri merupakan komunitas adat terkecil yang menaungi kelompok masyarakat dari garis keturunan yang sama yang disimbolisasikan dengan marga atau fam.

Baca Juga :   5 Hari Kabur dari Ruang Isolasi RSUD Wondama, Pasien Positif Covid-19 Belum Ditemukan

Secara struktur DAM berada di bawah Dewan Adat Papua tingkat daerah. DAM diharapkan menjadi perpanjangan tangan DAP dalam rangka menjaga eksistensi budaya, adat istiadat serta tradisi asli orang Wondama.

“Dewan adat marga ini ada untuk topang Dewan Adat Papua. Kita perlu pertahankan adat orang Wondama karena sekarang ini banyak adat istiadat dan budaya orang Wondama yang sudah terkikis. Adat istiadat dan budaya ini harus kita jaga dan lestarikan, “kata Adrian Worengga.

Wakil Bupati Teluk Wondama Andarias Kayukatuy menyatakan Pemda menyambut positif keberadaan DAM sebagai komunitas adat terkecil di bawah Dewan Adat Papua.

Namun demikian wakil bupati menekankan hadirnya DAM jangan sampai memunculkan pengkotak-kotakan atau pemisahan di antara masyarakat asli Wondama.

Andi, demikian panggilan karib wakil bupati mengingatkan, orang asli Wondama sesungguhnya adalah bersaudara meskipun terbagi dalam marga atau fam yang berbeda-beda.

Baca Juga :   Tahun Lalu Wondama Habiskan 54 Miliar untuk Urus Corona, Ini Rinciannya

“Pemda mengharapkan pembentukan dewan adat marga tidak menjadi pemisahan antar marga yang satu dengan marga yang lain. Jangan sampai ada polarisasi antara keluarga karena kita orang Wondama ini semuanya masih keluarga, “ pesan Andi.

Sebagai ketua, Hendrik Mambor berharap terbentuknya DAM bisa membangkitkan kembali semangat kekeluargaan juga persaudaraan yang kuat di antara seluruh keluarga besar orang Wondama sebagaimana yang dahulu dipraktikkan para orang tua dan leluhur orang  Wondama.

“Dahulu orang tua kita dari berbagai marga hidup rukun. Kerukunan, persaudaran dan kasih sayang dahulu itu luar biasa. Dan ini mestinya kita tunjukkan pada generasi kita sekarang ini, “ucap Mambor.

Sebagai informasi, selain marga Mambor, DAP Daerah Wondama sebelumnya juga telah melantik dewan adat marga Torey, marga Marani juga marga besar di Distrik Nikiwar. (Nday)

Baca Juga :   Dukung Duet Aloysius Siep – Novi Marani, Fraksi Perindo Wondama Optimis Perindo Semakin Berkibar di Papua Barat

Pos terkait