HALTIM, kabartimur.com – Kondisi objek wisata Pantai Tapalo di Desa Gotowasi, Kecamatan Maba Selatan, Kabupaten Halmahera Timur, kini memprihatinkan. Sejumlah fasilitas yang sebelumnya dibangun untuk menunjang kawasan wisata tersebut terlihat rusak dan tidak terurus.
Padahal, pantai yang pernah menjadi salah satu destinasi favorit masyarakat Maba Selatan itu sebelumnya ramai dikunjungi, terutama saat hari libur dan momentum Hari Raya Idul Fitri.
Sejumlah warga pun mempertanyakan peran Dinas Pariwisata Kabupaten Halmahera Timur dalam merawat fasilitas yang dibangun menggunakan anggaran besar.
Alfi, salah satu pemuda Desa Gotowasi, mengaku prihatin dengan kondisi bangunan di kawasan wisata tersebut yang kini banyak mengalami kerusakan.
Menurutnya, beberapa fasilitas yang rusak di antaranya gazebo, gedung pertemuan, toilet, hingga jembatan mangrove yang sebelumnya dibangun untuk menunjang kawasan wisata Pantai Tapalo.
“Pemerintah daerah melalui Dinas Pariwisata telah membangun fasilitas tersebut dengan anggaran miliaran rupiah. Namun sekarang bangunannya sudah banyak yang rusak, seperti gazebo, gedung pertemuan, dan jembatan mangrove,” ujarnya.
Ia bahkan menyarankan jika fasilitas tersebut tidak lagi dirawat oleh pemerintah, sebaiknya diserahkan kepada masyarakat agar dapat dimanfaatkan.
“Kalau sudah tidak diurus, lebih baik diserahkan ke masyarakat saja supaya bisa dimanfaatkan, misalnya untuk kandang kambing atau keperluan lain, sehingga tidak terlihat mubazir,” tambahnya.
Alfi juga meminta Kepala Dinas Pariwisata Halmahera Timur agar setiap pembangunan di sektor pariwisata direncanakan secara matang sehingga benar-benar memberikan dampak bagi daerah maupun masyarakat setempat.
Selain itu, ia berharap Kepala Dinas Pariwisata segera turun langsung meninjau kondisi objek wisata Pantai Tapalo.
Menurutnya, sebelum munculnya objek wisata Ubli, Pantai Tapalo merupakan salah satu destinasi unggulan bagi masyarakat Maba Selatan dan sekitarnya.
“Kami berharap Kadis Pariwisata bisa segera turun ke lokasi untuk melihat langsung kondisinya, apalagi menjelang Hari Raya Idul Fitri. Biasanya setiap Lebaran Pantai Tapalo ramai dikunjungi masyarakat dari berbagai daerah,” katanya.
Terpisah, Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Halmahera Timur, Mohtar Hi Muhamma, saat dihubungi melalui pesan WhatsApp, Minggu (8/3/2026), mengaku hingga kini pihaknya belum mengusulkan anggaran rehabilitasi untuk perbaikan fasilitas di kawasan tersebut.
“Memang selama ini dari dinas belum ada usulan untuk rehab atau perbaikan karena membutuhkan anggaran yang cukup besar. Saat ini yang ada hanya untuk pembersihan lokasi saja, dengan tenaga honor yang setiap bulan ditugaskan untuk membersihkan,” ujarnya.(*)
Penulis: Aples






