FAD Luwu Utara Diharapkan Jadi Pelopor dan Pelapor Cegah Perkawinan Dini dan Kekerasan Verbal

LUWU RAYA, Kabartimur.com – Menyoroti isu perkawinan anak usia dini dan kekerasan verbal, Forum Anak Daerah (FAD) Luwu Utara (Lutra) Sulawesi Selatan (Sulsel) turut mensosialisasikan pentingnya mencegah dan menolak perkawinan anak usia dini kepada seluruh anak di Bumi Lamaranginang jukukan Kabupaten Luwu Utara.

Forum Anak merupakan kekuatan yang luar biasa dalam membantu pemerintah khususnya Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) untuk mencari solusi terkait permasalahan dan isu yang berkembang di masyarakat, salah satunya terkait perkawinan anak usia dini dan kekerasan verbal.

Hal tersebut diungkapkan Ketua Forum Anak Daerah (FAD) Luwu Utara Aulya Amelia Putri,ada sosialisasi 0erkawinan anak usia dini. Forum Anak Daerah ini yang menghadirkan Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak, Pengendalian Pendudul dan Kelyarga Berencana (DP3AP2KB) dan Polres Lywu Utara, di Aula SMA Negeri 8 Luwu Utara, Rabu (15/2/2023) kemarin.

Baca Juga :   Minim Sumberdaya, Pemda Manokwari Dianugerahi Penghargaan Adipura Dari KLHK

Dan pada Undang-Undang (UU) Nomor 16 Tahun 2019, sebagai UU terbaru yang menetapkan batas usia minimal untuk menikah yaitu 19 tahun untuk wanita dan 21 tahun untuk laki-laki. Untuk mengimplementasikan kebijakan pencegahan perkawinan anak hingga mencapai tingkat akar rumput, diperlukan sinergi bersama, termasuk peran Forum Anak bersama Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Luwu Utara.

Ketua Forum Anak Daerah Luwu Utara Aulya menyampaikan bahwa, forum anak merupakan salah satu pelaksanaan peran anak sebagai pelopor dan pelapor serta berpartisipasi dalam perencanaan pembangunan.

“Kunci keberhasilan Forum Anak dalam menjalankan peran dan fungsinya adalah adanya kemauan dan kemampuan anak untuk berperan sebagai pelopor dan pelapor serta berpartisipasi dalam perencanaan pembangunan, karena itu Forum Anak Daerah juga menyuarakan aspirasi anak-anak Indonesia terurama di Bumi Lamaranginang, agar pemerintah dan juga pembuat kebijakan lainnya dapat membuat kebijakan yang dapat lebih melindungi anak-anak dari pernikahan usia dini serta segala bentuk kekerasan terhadap anak,” jelas Aulya..

Baca Juga :   Pengurus PWI Sorong Raya Periode 2022-2025 Dilantik

Pada kesempatan tersebut
disampaikan Ketua Forum Anak, Aulya mengatakan bahwa, salah satunya tentang bagaimana respon mereka terhadap suatu kasus yang menimpa sekitar mereka.

Aulya menambahkan bahwa, ada banyak kasus yang ditimbulkan akibat oerkawinan anak usia dini yakni, kematian ibubdan bayi, resiko kejiwaan, perceraian, outus sekolah, menjadi pekerja anak serta rentan kejiwaan.

“ Dan Bila kasus tersebut dirasa berat, maka bisa dilaporkan ke Dinas terkait, bisa seperti ke Dinas P3AP2KB, Polres Luwu Utara melalui PPA biar nanti bisa ditangani secara berjenjang nantinya,” terangnya.

Diharapkan dengan adanya sosialisasi tersebut, nantinya anak-anak FAD dapat memperoleh informasi dan wawasan tentang bagaimana peran mereka sebagai Pelopor dan Pelapor. (Red/Yustus)

Pos terkait