Dituding Tidak Berdayakan Pengusaha Lokal, Warga Minta Kepalai Balai Di copot

  • Whatsapp

MANOKWARI- Aksi spontanitas yang dilakukan warga yang mengatasnamakan anak adat di Kantor Balai Sumber Daya Air (SDA), Pasirido, distrik Manokwari Timur, (26/9) minta Kepala Balai dicopot dari jabatannya, karena dinilai tidak profesional dalam mengemban jabatan khususnya dalam hal pemberdayaan pengusaha lokal.

Koordinator Humas DAP Wilayah III Doberay, Timotius D Yelimolo, mengatakan sesuai Manifesto Dewan Adat Papua yang disepakati oleh seluruh masyarakat adat, di Jayapura pada kongres II Papua Tahun 2000, Butir ke-5, menegaskan bahwa Dewan Adat Papua diberi kewenangan mengintervensi seluruh kebijakan pembangunan di tanah Papua.

Oleh sebab itu, jika kebijakan pembangunan yang dianggap menguntungkan masyarakat adat akan didukung, sebaliknya, jika dianggap merugikan, maka DAP dengan tegas akan menolak.

“Rakyat hari ini datang menuntut keadilan, mereka juga punya hak yang sama dengan pengusaha lain. Hak dasar yang patent adalah hak untuk mendapatkan kehidupan yang layak diatas tanah leluhurnya,” kata D. Yekimolo.

Dirinya menuding sebagian besar paket yang dilelang di BWS, sarat konspirasi. Kepala Balai dituding telah melakukan penipuan dan kecurangan dengan meloloskan oknum tertentu dalam tender proyek.

” Jika anak adat, namun tidak punya hati untuk memberdayakan sesama anak adat yang berprofesi sebagai kontraktor lokal, maka kami minta Kepala Balai harus dicopot, masih banyak anak adat yang mampu dan punya hati berdayakan pengusaha lokal, tegas D. Yelimolo.

Yelimolo mengaku kecewa atas penipuan publik yg diumbar-umbar Kepala Balai. Pasalnya, sejak Tanggal 21-26 September, warga mendatangi kantor balai dengan itikad baik mencari tahu tentang hasil pelaksanaan keputusan lelang yang telah dilaksanakan, namun tak satupun panitia pelelangan ataupun pokja berada di tempat.

“Sebelumnya, Kepala Balai menjanjikan beri paket kepada pengusaha lokal saat pengumuman lelang hari ini, namun nyatanya, pemenang tender sudah diumumkan Selasa Malam (25/9/18),” sesal Yelimolo.
Hingga berita ini diturunkan belum ada konfirmasi dari kepala Balai BWS berhubung tidak bisa dihubungi dan menurut info yang didapatkan di kantor Balai hari ini yang bersangkutan berada diluar kota Manokwari

Pos terkait