Didepan Menkes Terawan, Dominggus Sebut Anggaran Covid19 PB Capai 197 M

  • Whatsapp

MANOKWARI-Akibat penyebaran Covid-19 yang mewabah, Pemerintah terus melakukan berbagai upaya  dalam penanganan dengan membentuk tim satuan gugus tugas untuk menangani  penyebaran virus Corona tersebut.

Dalam menangani covid 19 di PB berbagai upaya terus dilakukan oleh pemerintah sebagaimana  perkembangan upaya penanganan covid19 saat ini telah dilakukan yakni  melakukan pengkajian yang tepat dan melakukan penyusunan rekon anggaran dan pelaksanaan kegiatan pengawasan dan pemantauan  dari posko  dengan meningkatkan  penyebaran informasi melalui media dan membangun koordinasi antara satgas provinsi dan kabupaten kota sepapua barat.

Hal tersebut diungkapkan Gubernur Papua Barat, Drs Dominggus Mandacan  dalam laporannya dalam pertemuan kunjungan kerta Gugus Tugas  percepatan penanganan dan penanggulangan Covid19 di PB yang dilaksanakan di Hotel Aston Niu (6/7/2020).

Kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh Kepala BNPB, Mentri Kesehatan, Menko PMK RI, Anggota DPR RI komisi VIII dan Komisi IX, Gubernur PB, unsur Forkopimda  PB dan sejumlah undangan.

Dalam laporannya Gubernur PB, Drs Dominggus Mandacan menyebut bahwa total  anggaran yang digunakan dalam penanganan covid di Papua Barat senilai Rp, 197, 817  M  untuk penanganan dampak  di bidang kesehatan, Ekonomi dan jaring pengaman sosial.

Selain itu pemprov papua barat  menyediakan mesin  TCM (Test Cepat Molekuler)  10 unit dan PCR ( Polymerase Chain Reaction) 6 unit namun sebagian  belum dioperasikan karena tenaganya masih mengikuti pelatihan di makassar.

Gubernur merincikan  jumlah pasien  di Papua Barat hingga pertanggal 6 juli 2020 secara keseluruhan yang positif berjumlah 265 orang dan sudah sembuh  184 orang masing-masing dari kabupaten kota sorong positif 109 yang sembuh 56, kabupaten Manokwari positif 21 sembuh 10, Kab. Bintuni positif 50 sembuh 50, Kab. Sorong 53 sembuh 47, Raja Ampat positif 19, sembuh 13, Teluk Wondama positif 6 sembuh 3, Kaiman positif 1 dan belum sembuh, Manokwari Selatan  positif 1 dan sudah sembuh, Fak-Fak positif 5 dan sudah  sembuh 4,  sementara ada 4 kabupaten lainnya yang masih dalam zona Hijau yakni Tambrau, Sorsel, Pegaf dan Maybrat.

Gubernur juga menitipkan harapan dan sejumlah catatan kepada Menko PMK dan rombongan untuk ditindaklanjuti yakni prioritas pasien prabencana tahun 2019, penyiapan rencana darurat pandemi covid 19, penyiapan SDM medis, fasilitas layanan kesehatan, Alkes dan APD, prioritas pasien tanggap darurat serta  pasien covid19 dan sejumlah catatan lain yang menjadi kebutuhan  prioritas di Papua Barat serta dukungan pemerintah pusat terhadap RSU Provinsi PB untuk dijadikan sebagai rumah sakit rujukan kabupaten kota di Papua Barat.

Menyikapi laporan kinerja penyampaian gubernur PB, Ketua Gugus Tugas Nasional Percepatan Penanganan COVID-19, Letjen TNI, Doni Monardo berharap agar  pencegahan dan  penanganan terhadap  Covid 19  terus ditingkatkan di Papua Barat.

Pihaknya menilai bahwa penanganan Covid-19 di Papua Barat saat ini dianggap  berhasil dimana dari jumlah kasus pasien yang  positif  tidak sebanyak daerah lain dengan tingkat kesembuhan yang tinggi pula jika dibandingkan dengan beberapa daerah lain yang ada di Indonesia.

Pihaknya berharap agar masyarakat disiplin diri dalam menerapkan protokol kesehatan dan tetap mengkonsumsi makanan  bergizi dan terus meningkatakan imunitas tubuh dengan melakukan olahraga dan menghindari pikiran stres.

Hal senada disampaikan oleh Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko) RI, Muhadjir Effendy  bahwa yang menjadi dasar untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19 ditengah masyarakat yakni kedisiplinan diri untuk mematuhi  protokol kesehatan dan untuk memaksimalkan penerapan masyarakat dalam mematuhi protokol kesehatan dapat di mulai dari para pimpinan sebagai teladan bagi masyarakat.

Menurutnya, penerapan disiplin diri bagi masyarakat tentunya harus diikuti dengan penegakan aturan yang dapat memberikan dampak positif untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19 dan bilamana  ada Perda  bisa dijadikan dasar untuk memaksa warga mematuhi protokol kesehatan yang dapat dilakukan  dengan melakukan  pendekatan yang lebih manusiawi dalam penerapannya.  

Kegiatan dirangkaikan dengan melakukan Teleconfrence  dengan kepala daerah Sepapua Barat atas laporan penanganan covid19.

Pada kesempatan yang sama Gugus Tugas percepatan  penangan covid 19 menyerahkan dukungan bantuan kepada provinsi PB yang diserahkan oleh Kemenko RI kepada Gubernur berupa  Monitor Pasien 1 unit, Ventilator 3 set, Humidifier 2 unit, Masker Non Inflasif 2 unit, Mesin PCR 1 unit, Reagen PCR 1.536 tes, RNA 1500 tes, VTM+Swab 1500 tes, Rapid Tes 1.000 tes, Masker KN95 1.000 pcs, Masker Bedah 210.000 pcs, dan Masker Kain 45.000 pcs.

Pos terkait