Didatangi “Petugas” Sensus, Pejabat Pemprov ini Kaget Disebut Almarhum

  • Whatsapp

MANOKWARI- Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Papua Barat, Barnabas Dowansiba sangat menyesalkan tindakan oknum yang mengaku petugas sensus yang mendatangi kediamannya di Jalan Palapa Reremi RT003/RW012 Distrik Manokwari Barat. Pasalnya sang pendata mengira dirinya sudah meninggal.

Barnabas menuturkan, sejak 2006 sampai sekarang ia bersama keluarga menetap di Reremi. Namun pernyataan petugas sensus itu sontak membuatnya kaget.

Bacaan Lainnya

“Kemarin sore saya sendiri mengalami. Petugas sensus mengatakan kepada saya bahwa saya sudah meninggal. Padahal saya di sini sejak 2006,” ungkap Barbas seraya mengatakan, petugas sensus pun mengira dirinya sudah pindah domisili.

Atas pengalaman itu, Barnabas meminta kepada petugas maupun instansi yang mengelolah data dalam sensus penduduk agar lebih berhati-hati melakukan pendataan. Apalagi, kata dia, tahun ini ada momentum politik yang tidak boleh mengabaikan hak-hak politik warga. “Jangan sampai ada warga yang didata petugas dengan cara yang tidak akurat,” sebutnya.

Barnabas juga mengakui bahwa sejak tahun 2006, bilamana ada pesta demokrasi atau Pemilu, keluarganya hanya mendapat satu surat panggilan memilih. Beruntung, karena warga sekitar domisili mengenalinya sehingga bisa menyalurkan hak pilih menggunakan KTP.

“Kalau keluarga hanya mendapat satu surat panggilan, model pendataan itu seperti apa? Kita ada, baru dibilang sudah meninggal!” Ucapnya dengan nada tinggi.

Ditanya soal inisiatif untuk memperbaiki data kependudukan, Barnabas mengatakan, tahun ini data KK-nya sudah didaftarakan secara online, tepatnya sejak april tahun ini melalui program yang dicanangkan gubernur Papua Barat.

Dikonfirmasi perihal pengalaman Barnabas, Kepala BPS Manokwari, Mustamir mengatakan pihaknya tidak pernah mengajarkan petugas sensus untuk menjudge status kematian warga.

“Itu bukan dari kita, tidak pernah kami mengajarkan itu kepada petugas sensus dan tidak mungkin menyampaikan hal itu kepada warga,” katanya.

Menurutnya pendataan sensus yang dilakukan petugas lapangan didasarkan pada basis data dari administrator kependudukan dan catatan sipil dengan persentase yang kini mencapai 70 persen.

“Kita turun di lapangan. Kalau ada yang meninggal kita coret, kalau baru lahir kita tambahkan dan saat ini sudah mencapai 70 persen selesai, tinggal mengecek jika masih ada yang terlewat,” sebutnya.

Ia juga menjamin jika pendataan yang dilakukan oleh petugas sensus saat ini murni sensus kependudukan, tidak ada kaitannya dengan kontestasi politik. “Ini hak kependudukan warga, semua sama,” katanya. (R/PBT)

Pos terkait