Bupati Manokwari Resmikan Tambatan Perahu di Kampung Lebau

  • Whatsapp

MANOKWARI- Pemerintah daerah melalui Dinas Perhubungan Kelautan dan Perikanan Kabupaten Manokwari meresmikan pembangunan jembatan tambatan perahu di Kampung Lebau, Distrik Manokwari Utara, Selasa (15/10/2019). Keberadaan tambatan perahu tersebut sebagai upaya dalam mendukung terciptanya sistem transportasi yang layak, aman dan memadai.

Pembangunan jembatan tambatan Perahu yang merupakan jembatan penyeberangan gedung terminal dikerjakan kurang lebih tiga bulan dengan sumber anggaran dari Dana Alokasi Khusus (DAK) afirmasi bidang transportasi tahun anggaran 2019.

Jembatan tambatan perahu tersebut diresmikan langsung Bupati Manokwari, Demas Paulus Mandacan. Peresmian  yang ditandai dengan pengguntingan pita dan pemotongan tumpeng disaksikan Wakil Bupati, Edi Budoyo dan sejumlah pejabat OPD.

Demas mengatakan tambatan perahu ini dapat dikelola dengan baik untuk meningkatkan pendapatan khsususnya menciptakan lapangan pekerjaan bagi masyarakat sekitar. Selain itu, terciptanya konektifitas antar pulau dan daerah yang pada akhirnya mampu meningkatkan perekonomian serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kampung Lebau .

Baca Juga :   Enam Calon Anggota MRPB Demo Gubernur Papua Barat

“Hal ini sejalan dengan  dengan program pemerintah kabupaten yakni meningkatkan pendapatan nelayan dan masyarakat Kampung Lebau tetapi juga kedepannya sebagai salah satu objek  wisata di Kabupaten Manokwari,” kata Demas.

Dia meminta masyarakat Kampung Lebau untuk menjaga lingkungan dan kekayaan alam di daerah tersebut karena merupakan anugerah dari Tuhan. Tak hanya itu, Demas juga berharap masyarakat setempat menjaga kekompakan dan kerjasama dalam upaya perawatan dan pemeliharaan tambatan perahu.

“Tempat ini harus dikelola dengan baik agar bisa menjadi kampung mandiri guna peningkatan perekonomian masyarakat,” harap Demas.

Sementara, Ketua Panitia, Alberth Simatuppang mengatakan pembangunan tambatan ini menjadi kelengkapan  sistem pelayanan masyarakat untuk mencapai akses ke tempat pelelangan ikan, dermaga bongkar muat dan sekaligus menjadi tempat rekreasi atau wisata wahari.

“Kami berharap agar tempat ini difungsikan sesuai peruntukannya agar bisa membantu masyarakat meningkatkan perekonomian dan menegaskan agar jangan ada aktivitas dan membawa minuman keras ke tempat ini,” kata Alberth.(*)

Baca Juga :   Papua Barat Kirim 20 Peserta Ikut Festival Kesenian di TMII

Pos terkait