Manokwari, kabartimur.com – Bhayangkari Cabang Kota Manokwari berhasil memanen sekitar 100 liter eco enzyme dari program pengolahan limbah organik rumah tangga yang telah berlangsung selama tiga bulan. Kegiatan panen tersebut dipusatkan di Aula Polres Kota Manokwari dan dipimpin langsung oleh Ketua Cabang Bhayangkari Kota Manokwari, Ny. Indah Ongky, bersama pengurus serta anggota Bhayangkari.
Program pembuatan eco enzyme ini merupakan inisiatif Bhayangkari Polda Papua Barat yang dilaksanakan secara serentak mulai 28 November 2025 hingga 28 Februari 2026. Selama tiga bulan, para anggota Bhayangkari mengumpulkan limbah organik berupa kulit buah, sayur, dan sisa dapur lainnya untuk difermentasi menjadi cairan ramah lingkungan yang memiliki berbagai manfaat.
Ketua Cabang Bhayangkari Kota Manokwari, Ny. Indah Ongky, menegaskan bahwa kegiatan tersebut tidak boleh berhenti pada satu momentum saja, tetapi harus menjadi gerakan yang berkelanjutan.
“Program ini harus menjadi kebiasaan dan gerakan yang konsisten. Dari rumah tangga kita sendiri, kita bisa mulai menjaga bumi,” ujarnya.
Ia menjelaskan, proses pembuatan eco enzyme tergolong sederhana. Limbah dapur seperti kulit buah dan sayur dikumpulkan dalam botol plastik bekas, kemudian difermentasi selama beberapa bulan hingga berubah menjadi cairan serbaguna yang ramah lingkungan.
Selain mendukung pelestarian lingkungan, eco enzyme juga memiliki manfaat praktis bagi kebutuhan rumah tangga. Cairan tersebut dapat digunakan sebagai pencuci piring, pembersih lantai, cairan pembersih rumah, hingga pupuk organik untuk tanaman.
“Penggunaan eco enzyme juga bisa membantu keluarga menghemat pengeluaran karena tidak perlu membeli berbagai produk pembersih rumah tangga,” tambahnya.
Dalam kegiatan tersebut turut hadir Wakil Dekan I Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Caritas Indonesia (UNCRI), Yohanes Ada Lebang, yang juga berperan sebagai fasilitator eco enzyme di Manokwari. Ia memberikan apresiasi kepada Bhayangkari Kota Manokwari atas komitmen mereka menyelesaikan proses pembuatan eco enzyme hingga tahap panen.
Menurutnya, keberhasilan tersebut dapat menjadi contoh bagi masyarakat dalam mengelola limbah rumah tangga menjadi sesuatu yang bermanfaat.
Ia berharap program ini dapat terus dilaksanakan secara rutin dan melibatkan lebih banyak pihak, termasuk keluarga besar Polres Kota Manokwari, jajaran Polsek, hingga masyarakat luas.
Lebang menjelaskan, eco enzyme memiliki berbagai manfaat, antara lain sebagai pembersih rumah tangga seperti untuk mengepel lantai, mencuci piring, membersihkan kamar mandi, serta antiseptik alami. Selain itu, cairan ini juga dapat dimanfaatkan dalam sektor pertanian sebagai pupuk organik cair dan pestisida alami.
Eco enzyme juga dinilai bermanfaat bagi kesehatan dan lingkungan karena dapat membantu mengurangi bau tidak sedap, menjernihkan air, memperbaiki kualitas udara, serta membantu mengurai zat berbahaya.
Lebih jauh, ia mengajak masyarakat untuk mulai mengubah cara pandang terhadap sampah dapur sebagai bagian dari aktivitas ekonomi sirkular yang dapat memberikan nilai tambah bagi lingkungan maupun ekonomi keluarga.
“Semua ini sebenarnya mudah dilakukan. Yang dibutuhkan hanyalah komitmen bersama dan sinergi,” katanya.
Melalui program ini, Bhayangkari Kota Manokwari berharap kesadaran masyarakat dalam mengelola sampah organik dapat terus meningkat. Langkah sederhana dari rumah tangga diharapkan dapat memberi kontribusi nyata bagi terciptanya lingkungan yang lebih bersih dan berkelanjutan. (*)






