25 Calon Relawan Anti Narkoba Dibekali Pencegahan dan Penyalahgunaan Narkoba

  • Whatsapp

MANOKWARI- Dalam rangka pencegahan terhadap bahaya penyalahgunaan narkoba di Papua Barat, Badan Narkotika Nasional Papua Barat (BNNPB) melaksanakan asistensi penguatan wawasan anti narkoba bagi bagi 25 calon relawan anti narkoba, Senin (29/7/19), di kantor BNN Papua Barat. Kegiatan tersebut merupakan program prioritas nasional BNN Papua Barat Tahun Anggaran 2019.

Ke-25 calon relawan narkoba yang ikut kegiatan merupakan hasil seleksi dari sekitar 71 pelamar calon relawan anti narkoba Papua Barat.

Kepala BNN Papua barat, Brigjen Pol Setija Junianta, saat membacakan sambutan tertulis deputi pencegahan BNN Pusat Drs. Anjan pramuka Putra, mengatakan para relawan sejatinya harus memiliki rasa kepedulian serta komitmen nyata kepada masyarakat, bangsa dan negara sebagai upaya Pencegahan, Pemberantasan, Penyalagunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) di provinsi Papua Barat.

” 25 calon relawan yang diterima harus menjadi pelopor sebagai bentuk upaya pemberantasan peredaran dan penyalahgunaaan narkotika di masyarakat,” kata Setija Junianta.

Berdasarkan hasil survey, tercatat pada tahun 2018 provinsi Papua Barat masuk dalam salah satu daftar terbawah ketahanan diri para remaja terhadap narkoba. Hal ini berdasarkan sampel ketahanan diri remaja Indonesia terhadap narkoba yang diambil dari 34 provinsi, 153 kabupaten/ kota, dan 5.317 partisipasi responden.

“Hasil pemetaan, Papua Barat menempati posisi paling bawah dengan nilai ketahanan diri mencapai 42,21. Hal itu berpengaruh pada 4 aspek diantara faktor individu, keluarga, lingkungan masyarakat, dan sekolah, ” tambah Setija.

“Kehadiran relawan anti narkoba diharapkan sebagai agen perubahan untuk menggerakan partisipasi seluruh komponen masyarakat,” pungkas Setija.

Kepala Seksi Ketenagakerjaan NON IP Direktorat advokasi BNN RI, Ayu Dewi Irianti menjelaskan pelaksanaan program relawan anti narkoba hanya dilakukan di 4 provinsi di Indonesia, yakni Aceh, Sumatera Utara, Papua dan Papua barat. Ke-4 daerah ini dipilih berdasarkan konotasi tingkat ketahanan diri paling rendah terhadap Narkoba di Indonesia.

“Kenyataan itu memang betul karena hasil wawancara calon relawan di Papua Baarat ini, sangat ramai penyalagunaan narkoba,” tutup Ayu dewi irianti. (sgf).

Pos terkait