Minum Terlalu Banyak Kafein, Remaja AS Tewas

  • Whatsapp
Kafein berbahaya bagi kesehatan

Seorang remaja Amerika Serikat (AS) tewas setelah meminum tiga minuman berkafein dalam waktu kurang dari dua jam. Padahal, remaja laki-laki berusia 16 tahun itu tidak memiliki masalah jantung.

Davis Cripe, siswa Sout Carolina, meregang nyawa setelah meminum minuman sitrus bersoda Mountain Dew ukurang besar, latte dari McDonald’s, dan minuman energi dalam dua jam sebelum tewas seperti dikutip dari Sky News, Selasa (16/5/2017).

Hasil pemeriksaan menyebutkan jika remaja itu meninggal setelah jantung tidak berfungsi dengan normal karena jumlah kafein yang masuk ke dalam tubuhnya dalam waktu singkat.

Menurut teman sekolahnya di Spring Hill High, Davis telah menenggak minuman energi botol besar sebelum jatuh sakit saat pelajaran berlangsung.

Minuman terakhir diyakini telah menyebabkan aritmia jantung (denyut jantung tidak teratur) yang menyebabkan kematiannya sejam kemudian.

Menitikberatkan pada cepatnya mengkonsumsi kafein dari pada jumlah yang seharusnya dikonsumsi, ahli jantung mengatakan jumlah kafein yang sama pada hari yang berbeda mungkin dibenarkan. Menurut caffeineinformer.com, para siswa disarankan mengkonsumsi kafein di bawah 500 miligram.

“Kami yakin orang perlu memperhatikan asupa kafein mereka dan bagaimana mereka melakukannya, sama seperti alkohol dan rokok,” kata seorang petugas forensik, membandingkan asupan kafein dengan stimulan lain.

Ayah Davis, Sean, tidak bisa menyembunyikan kesedihan akibat kematian anaknya. “Beritahu anak Anda tentang bahaya minuman berenergi,” katanya sembari memohon kepada para remaja untuk berhenti membelinya.

Kelompok riset medis Amerika, Mayo Clinic mengatakan di situsnya bahwa mengkonsumsi 400 miligram kafein sehari akan akam bagi kebanyakan orang dewasa yang sehat. Jumlah itu setara dengan sekitar empat cangkir kopi.

Sementara situs National Health Service (NHS) Inggris tidak memberikan batasan maksimum mengkonsumsi kafein. “Kafein memberikan pengaruh kepada sejumlah orang lebih banyak daripada yang lain, dan pengaruhnya bergantung pada seberapa banyak kafein yang biasanya Anda konsumsi,” kata lembaga itu.