HALTIM, kabartimur.com – Aksi perusakan lahan pertanian oleh orang tak dikenal (OTK) terjadi di Dusun Lakoda, Kecamatan Maba Selatan, Kabupaten Halmahera Timur, Rabu (4/3/2026) dini hari. Insiden tersebut memicu kecemasan warga yang menggantungkan hidup dari sektor perkebunan.
Salah seorang petani, Wahono Side, warga Desa Momole yang menggarap lahan di wilayah itu, mengatakan tindakan tersebut menimbulkan ketakutan di kalangan masyarakat.
“Mayoritas warga Dusun Lakoda adalah petani. Berkebun menjadi sumber utama penghidupan kami. Aksi ini membuat warga merasa diteror dan tidak nyaman,” ujar Wahono kepada kabartimur.com.
Ia menilai perusakan lahan bukan hanya menimbulkan kerugian materiil, tetapi juga mengancam ketahanan ekonomi keluarga petani. Wahono juga meminta aparat keamanan dan pemerintah daerah segera turun tangan untuk memberikan jaminan keamanan.
Menurutnya, Pemerintah Kabupaten Halmahera Timur bersama pihak kepolisian perlu mengambil langkah preventif guna mencegah potensi konflik yang lebih luas.
“Jangan sampai menunggu ada korban jiwa baru dilakukan tindakan,” tegasnya.
Hingga berita ini diturunkan, motif dan identitas pelaku belum diketahui. Warga berharap kepolisian segera melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan mengusut tuntas kasus tersebut.
Masyarakat khawatir jika tidak segera ditangani, aksi serupa dapat terulang dan memicu tindakan yang tidak diinginkan di tengah warga.
Penulis: Aples






