Klaim Angka Kemiskinan Turun Drastis, Imburi : Adakah Orang Wondama Tinggal di Kolong Jembatan

  • Whatsapp

WASIOR – Calon bupati petahana Teluk Wondama Bernadus Imburi menyindir sejumlah pihak yang menyebut Wondama masih menjadi kabupaten termiskin di tanah Papua bahkan di Indonesia.

Mengutip data BPS, Imburi mengklaim angka kemiskinan di Wondama justru mengalami penurunan cukup signifikan dalam 4 tahun terakhir ini. Berdasarkan data BPS, jumlah penduduk miskin di Wondama memang mengalami tren menurun sejak 2016.

Pada 2015 jumlah penduduk miskin di Wondama tercatat sebesar 37,44 persen kemudian menurun menjadi 36,37 persen pada tahun 2016. Penurunan paling tajam terjadi pada periode 2017 ke 2018 yakni dari 36,37 persen menjadi 33,32 persen atau mencapai 3,05 persen.

Selanjutnya pada 2019, BPS merilis jumlah penduduk miskin di Wondama kembali menurun menjadi 32,42 persen. Dengan demikian dalam periode 2015 hingga 2019 terjadi penurunan angka kemiskinan di Wondama sebesar 5,02 persen.

“Saya sudah pimpin Wondama sudah 4 tahun lebih dan selama 4 tahun ini angka kemiskinan di Wondama turun sampai 4 atau 5 persen. Itu bukan angka yang kecil tapi sudah cukup besar menurut mereka yang ahli-ahli.

Saya mau tanya dulu, adakah orang Wondama yang tinggal di bawa kolong jembatan karena tidak punya rumah, adakah orang Wondama yang tidak makan karena tidak ada makanan, tidak ada to. Jadi kalau ada orang yang bilang Wondama ini paling miskin pasti dia tidak punya data atau dia cuma jalan tipu-tipu, “ucap Imburi dalam kampanye terbatas di Miei, Distrik Wasior, Selasa (13/10/2020).

Calon bupati nomor urut 2 itupun mengakui dalam periode pertama dirinya memimpin Wondama masih terdapat banyak kekurangan yang harus dibenahi dan ditingkatkan. Alasan itulah yang mendorong dirinya maju kembali dalam Pilkada 2020 agar bisa menuntaskan bagian-bagian yang masih kurang dalam periode pertama.

“Saya yang tahu dia punya obat jadi pilih saya untuk selesaikan semua itu, “ucap Imburi yang dalam kampanye itu didampingi calon wakil bupati Zeth Marani serta para anggota DPRD dari partai pengusung yakni Golkar, Demokrat, Hanura dan Gerindra. (Nday)

Pos terkait