HALTIM, Kabartimur.com – Majelis Daerah Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (MD KAHMI) Kabupaten Halmahera Timur (Haltim), Maluku Utara, menggelar Silaturahmi Alumni dan Dialog Publik bertajuk “Sinergi KAHMI Menuju Transformasi Haltim Berkemajuan”, Senin (16/2/2026) malam.
Kegiatan yang dipusatkan di Cafe Pojok, Desa Soagimalaha, Kecamatan Kota Maba, berlangsung khidmat dan dihadiri sejumlah alumni HMI serta perwakilan organisasi kepemudaan dan kemasyarakatan.
Dialog menghadirkan sejumlah narasumber, di antaranya Kepala BP4D Haltim Ir. Abdul Halim Djen Kipu, Kabid Perikanan Tangkap dan Pengawasan Pengelolaan Ruang Laut Dinas Perikanan Haltim Mahuba Tuheteru, Direktur Umum BUMD Haltim Said Mustafa, serta Ketua HIPMI Haltim Fata Sandi Tamher.
Peserta yang turut hadir berasal dari perwakilan IKA PMII Haltim, HIPMI, PWI Haltim, Ansor Haltim, Antam Group, serta sejumlah organisasi lainnya.
Soroti Isu Pertambangan dan Kualitas SDM
Dialog publik yang digagas forum diskusi KAHMI tersebut menyoroti rencana ekspansi sektor pertambangan di wilayah Halmahera Timur, terutama terkait dampak positif dan negatif yang berpotensi dirasakan masyarakat.
Selain isu pertambangan, peserta juga menekankan pentingnya peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM). Meski Haltim dinilai memiliki potensi sumber daya alam yang melimpah, kapasitas SDM lokal masih perlu diperkuat agar mampu bersaing dan mengambil peran strategis dalam pembangunan daerah.
Rumuskan 8 Poin Rekomendasi
Dari diskusi yang berlangsung selama empat jam, forum merumuskan tujuh poin rekomendasi strategis sebagai berikut:
- Pengembangan kader di bidang usaha melalui program Entrepreneur School.
- Penguatan sinergi antara Pemerintah Daerah dan KAHMI dalam mengawal pembangunan pabrik di kawasan pertambangan.
- Pendirian kampus di Haltim guna mencetak SDM yang kompeten.
- Keterlibatan aktif KAHMI dalam penyusunan konsep perekrutan dan pembentukan Sekolah Dokter.
- Fasilitasi seminar dan simposium nasional terkait masuknya perusahaan tambang di wilayah Gotowasi, Maba, dengan menghadirkan ahli ekologi, lingkungan, tanah, dan kelautan untuk menyusun rekomendasi tata ruang kepada pemerintah daerah.
- Pengembangan sektor perikanan melalui kolaborasi dan kemitraan dengan pelaku usaha.
- Pembentukan forum besar kawasan lingkar tambang yang melibatkan berbagai elemen, seperti organisasi Cipayung, paguyuban, pemerintah daerah, DPRD, kepolisian, kejaksaan, LSM, hingga unsur partai politik.
- Peran Kahmi dalam rekrutmen sekolah dokter
Melalui dialog ini, KAHMI Haltim menegaskan komitmennya untuk berperan aktif dalam mengawal transformasi pembangunan daerah agar lebih inklusif, berkelanjutan, dan berpihak pada kepentingan masyarakat.
Penulis: Aples






